Ahok Beri Klarifikasi Usai Sebut Jokowi-Gibran Tak Bisa Kerja: Konteksnya Jangan Dipotong-potong!

AKURAT.CO Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan klarifikasi usai menyebut Jokowi dan Gibran tidak bisa kerja.
Seperti yang diketahui, baru-baru ini beredar sebuah video Ahok yang menyebutkan bahwa Jokowi dan Gibran tidak bisa kerja sebagai pemimpin yang baik.
Dalam video tersebut, mantan Gubernur DKI itu mengajukan pertanyaan mengenai apakah Gibran Rakabuming Raka bisa kerja dengan baik.
"Kalau cuma 2 tahun, karakter teruji kalau ada kekuasaan. Sekarang saya mau tanya, di mana ada bukti Gibran bisa kerja selama jadi Wali Kota?" tanya Ahok dalam video yang viral. Mantan Gubernur DKI itu juga bertanya tentang apakah selama ini Jokowi bisa kerja atau tidak.
Selain itu, Ahok juga menanyakan kinerja dari Presiden Jokowi yang sudah menjabat selama 2 periode saat ini.
"Terus ibu pikir Pak Jokowi juga bisa kerja? Saya lebih tahu dan sebenarnya saya nggak enak bilang depan umum," kata Ahok.
Sontak saja, potongan video tersebut langsung viral di media sosial. Bahkan, tidak sedikit netizen yang memberikan komentar negatif kepada Ahok karena sudah menyebut Jokowi dan Gibran tidak bisa kerja.
Oleh karena itu, Ahok memberikan klarifikasinya terhadap video yang tengah viral di media sosial itu.
Menurut Ahok, dia tidak sama sekali melakukan kritik terhadap Jokowi maupun kepada Gibran. Video tersebut sengaja dipotong oleh seseorang sehingga menafsirkan bahwa seolah-olah ucapan Ahok itu mengkritik Jokowi dan Gibran.
"Orang bilang, kamu ngomong keras, ngritik Pak Jokowi, nyerang personal? nggak? saya cuma ingatkan hati-hati. Jangan dipotong-potong," ujar mantan komisaris Pertamina itu.
Ahok pun menjelaskan bahwa potongan video yang beredar itu tidaklah benar dan masyarakat telah salah menafsirkannya. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada niatan dari dirinya untuk menciptakan konflik atau masalah dengan siapapun.
"Kan diadu domba nih, bilang nggak bisa kerja lah, macem-macem. Aduh, saya cuma bisa bilang, mana ada sih orang bisa kerja yang sendiri, nggak dukung partai. Kalau ibu Mega tidak meritokrasi, nggak akan lahir seorang Jokowi,"
Selain itu, Ahok juga menyinggung mengenai nawacita yaitu program-program unggulan pembangunan dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terdiri dari sembilan program utama.
"Karena dasar pak Jokowi kan nawacita, Trisakti kan," katanya. katanya pada acara "Ahok is Back" di Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024) kemarin.
Nawacita diharapkan dapat mewujudkan cita-cita Trisakti yang dicetuskan oleh Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia.
Ahok pun juga memiliki kekhawatiran bahwa jika Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi menjadi presiden, program-program nawacita yang telah didukungnya mungkin akan terhenti.
Dia menegaskan bahwa presiden memiliki kendali penuh atas semua keputusan pemerintah. Sedangkan wakil presiden dianggap "ban serep" yang bertugas menyesuaikan diri dengan tugas-tugas tertentu jika terpilih.
"Maksudnya Gibran ini wakil, dalam struktur negara wakil tuh cuma 'ban serep'," tuturnya.
Baca Juga: Bela Ahok, Ganjar: kalau Dianggap Kampanye Negatif, Nanti Bisa Dipositifkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







