Caleg PKS Ngaku Nelayan di Depan Anies, Timnas AMIN: Relawan Kami Macam-Macam Latar Belakangnya

AKURAT.CO Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) angkat bicara soal viral di media sosial, seorang Calon Legislatif (Caleg) dari PKS yang mengaku sebagai nelayan, bercerita dan menangis di depan Anies Baswedan.
Diketahui PKS sendiri merupakan salah satu partai politik pengusung paslon nomor urut 1, Anies-Muhaimin.
Setelah video tersebut viral di media sosial, banyak yang berasumsi bahwa curhatan tersebut hanyalah gimmick untuk menaikkan elektabilitas Amin.
Baca Juga: Catat Ini Lokasi Parkir untuk Kampanye Akbar AMIN, Bisa Tampung Hingga 30.000 Kendaraan
Juru Bicara Timnas AMIN, Indra Charismiadji, mengatakan memang relawan dari Amin banyak macamnya, ada yang nelayan, petani, ojek online (ojol), dan lain sebagainya.
"Secara resmi sih belum ada pernyataan dari Timnas tentang ini. Tapi pada dasarnya relawan kami macam-macam latar belakangnya. Yang nelayan, petani, ojol, pedagang pasar, caleg, dan lain-lain,” kata Indra kepada Akurat.co, di Jakarta, Kamis (8/2/2024).
"Kalau ada nelayan yang jadi caleg enggak ada masalah kan? Saya sudah ketemu ART, ojol, mahasiswa, pengangguran yang jadi caleg. Enggak ada masalah tuh," sambung dia.
Menurutnya, tidak penting bagi pihaknya soal latar belakang dari relawan yang berdialog dengan Anies, yang penting adalah substansi dari dialog tersebut.
"Kalau buat kami yang penting substansinya, sebagai seorang caleg apakah dia membawa aspirasi konstituennya ke seorang capres dan didengar masyarakat umum. Itu lebih penting menurut saya," beber Indra.
Untuk tudingan tentang gimmick, Indra menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai sendiri. "Biar rakyat saja yang menilai (gimmick atau bukan). Kalau gimmick kan enggak ada substansi, nah yang kemarin itu ada substansinya enggak," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, saat Anies mengunjungi Kota Parepare dan sedang melakukan orasi politik, tiba-tiba caleg yang mengaku nelayan tersebut naik ke atas panggung dan mencurahkan isi hatinya.
Dia mencurahkan nelayan kesulitan cari bahan bakar sambil menangis, bahwa saat ini nelayan dan petani butuh perubahan dan program yang konkret untuk bisa menyejahterakan kehidupan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








