Venessa Supit, Caleg Gemoy Wakilnya Anak Muda Jakarta

AKURAT.CO Perhelatan Pemilihan Legislatif kali ini banyak dipenuhi wajah baru figur muda milenial. Harapan, visi dan misi yang menjanjikan tentu menjadi daya tarik masyarakat untuk melihat sosok mana yang layak untuk dipilih pada Pemilu nanti.
Namun, dengan banyaknya figur muda milenial ini justru membuat mereka tak gentar untuk menyerah dalam mengambil hati masyarakat.
Salah seorang di antaranya ialah calon anggota DPRD DKI Jakarta nomor urut 2 dari Daerah Pemilihan 8 (Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Jagakarsa), Venessa Supit.
Venessa menyatakan siap maju sebagai calon anggota legislatif untuk kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Animo Tinggi, War Tiket Kampanye Akbar Anies-Muhaimin di JIS Tembus hingga 3,5 Juta Pengunjung
Caleg milenial yang lahir di Jakarta, 22 November 1992, maju dari Partai Golkar dan mengusung tagline Wakilnya Anak Muda Jakarta.
“Saya ingin mendorong terbukanya akses yang lebih luas bagi generasi milenial Jakarta, baik di pemerintahan maupun sektor-sektor ekonomi,” ujarnya, Rabu (8/2/2024).
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jakarta Selatan ini pun menuturkan alasan dirinya maju sebagai calon anggota legislatif. Lulusan Kelas Internasional Psikologi Universitas Indonesia ini mengaku sangat peduli dengan persoalan ibu dan anak.
“Bila terpilih nanti, saya ingin memperjuangkan kesehatan ibu dan anak di Jakarta,” ucap Wakil Bendahara Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Bidang Tata Kota dan Bendahara Kartini itu.
Baca Juga: Iran Terapkan Bebas Visa ke 28 Negara Termasuk Indonesia, Ternyata Ini Alasannya
Tak hanya itu, pun ingin mendorong terbukanya lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda, khususnya Dapil 8, untuk bekerja di daerah sendiri.
“Di Jaksel, khususnya Dapil 8, banyak sektor usaha. Tapi banyak anak-anak muda di Jaksel justru bekerja di daerah lain seperti Tangerang, Depok juga Bekasi,” tuturnya.
Wakil Sekretaris Jenderal DEPINAS SOKSI Bidang Wirausaha dan Koperasi ini pun ingin mendorong perluasan beasiswa bagi anak-anak Jakarta, utamanya yang tidak mampu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









