Status di PDIP Masih Gantung, Kaesang Buka Kesempatan Jokowi Gabung ke PSI

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, menanggapi pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, yang mengatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menganggap Presiden Joko Widodo sebagai kader partai banteng moncong putih itu.
Kaesang mengatakan, partainya membuka pintu lebar-lebar bagi Presiden Jokowi untuk bergabung ke dalam partai yang dipimpinnya.
Baca Juga: PDIP Harap Jokowi Dukung Ganjar-Mahfud, Ikuti Langkah Ahok
"Kami membuka lebar (kesempatan) bagi Pak Presiden (Jokowi) untuk bergabung," kata Kaesang usai acara Kampanye Akbar PSI Mawar Melawan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dikutip Antara, Selasa (6/2/2024).
Terkait kepastian status Jokowi di PDI Perjuangan, Kaesang mengatakan hal itu adalah urusan 'dapur' partai masing-masing.
"Itu kan kembali lagi ke mereka (PDI Perjuangan). Itu kan urusan dapurnya partai lain. Saya tidak mau ikut campur," tambah putra bungsu Jokowi itu.
Sebelumnya, status Presiden Joko Widodo (Jokowi) di PDIP masih menjadi pertanyaan publik. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, angkat bicara mengenai hal tersebut.
"Kalau dari PDI Perjuangan, yang namanya kartu tanda anggota itu bukan pada formalnya, tetapi pada tanggung jawab kepemimpinannya untuk rakyat," kata Hasto di Media Center TPN, Menteng, Jakarta, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga: Kaesang Soal Pertemuan dengan Jokowi di Bandung: Banyak Arahan Rahasia
Dia menilai, berdasarkan suara-suara yang digaungkan oleh kelompok pejuang demokrasi, mahasiswa, budayawan dan lain sebagainya, Jokowi memang sudah bergeser.
"Dan kami melihat sebagaimana disuarakan oleh kelompok-kelompok civil society, oleh mahasiswa, para budayawan, para guru bangsa, Pak jokowi sudah bergeser," beber Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November






