Akurat Logo

TPN Ganjar-Mahfud Tak Khawatir Jokowi-Prabowo Sering Bertemu: Hal yang Lumrah

Paskalis Rubedanto | 29 Januari 2024, 17:48 WIB
TPN Ganjar-Mahfud Tak Khawatir Jokowi-Prabowo Sering Bertemu: Hal yang Lumrah

AKURAT.CO Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud tidak merasa khawatir terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering bertemu dengan Menteri Pertahanan sekaligus Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Usai Resmikan Graha Utama Akmil, Jokowi Ajak Prabowo Bahas Bakso dan Tahu Goreng

Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa mengatakan, pertemuan tersebut lumrah saja terjadi. Menurutnya, pasti ada kepentingan yang membuat keduanya sering bertemu.

"Enggak (khawatir keberpihakan kecurangan). Kan pasti itu juga ada maksud mungkin untuk banyak hal, ya sesuatu yang lumrah (pertemuannya) lah menurut saya," kata Andika, di Jakarta, Senin (29/1/2024).

Dia juga enggan berkomentar sinis tentang pertemuan tersebut, dia justru mewajarkan siapapun untuk mendukung paslon tertentu di Pilpres 2024. Menurutnya, yang paling penting pihak-pihak yang mendukung tersebut tetap mematuhi peraturan perundang-undangan.

"Ya pasti kan ada hal penting yang mungkin perlu dibicarakan. Menurut saya siapa berpihak pada siapa juga sesuatu yang normal," tambah dia.

"Yang penting kita semua mematuhi peraturan perundangan," pungkasnya.

Baca Juga: Galang Kekuatan Akar Rumput, Projo Jakpus Konsolidasi Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Sebelumnya, Jokowi dan Prabowo kerap bertemu dalam agenda kenegaraan atau kementerian. Selain agenda kenegaraan, Jokowi juga pernah makan berdua bersama Prabowo beberapa waktu lalu.

Terbaru, seusai peresmian Graha Utama Akademi Militer (Akmil), di Magelang, Jawa Tengah, hari ini, Jokowi dan Prabowo kembali menunjukan keakrabannya dengan makan bakso pinggir jalan di satu meja yang sama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.