Akurat Logo

Kampanye Akbar di Lampung, Hasto: Jangan Biarkan Suara Kita Dicolong

Paskalis Rubedanto | 28 Januari 2024, 15:02 WIB
Kampanye Akbar di Lampung, Hasto: Jangan Biarkan Suara Kita Dicolong

AKURAT.CO Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta para kader partai politik pendukung, sukarelawan, simpatisan, dan pendukung untuk memenangkan paslon nomor urut tiga di pilpres 2024.

Baca Juga: Ingin Pemuda Maju Sebagai Pemimpin, Gerakan Rembuk Pemuda Akan Tentukan Dukungan di Pilpres 2024

Hasto menyampaikan tiga pesan Ganjar, kepada para pendukung jelang 17 hari pencoblosan pada 14 Februari 2024 mendatang, di Lapangan Kampung Sawah Brebes, Bandar Lampung, Minggu, (29/1/2024).

"Saya percaya pesan Pak Ganjar-Mahfud, yang pertama 17 hari ke depan bergerak ke bawah menyatu dengan kekuatan rakyat. Kedua, siapkan saksi pemilu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan suara kita dicolong. Jangan biarkan suara Ganjar-Mahfud dicuri,” kata Hasto dalam orasi politiknya, 

“Kami minta bantuan PDI Perjuangan, Perindo, Hanura, PPP untuk didukung. Tiga, ajari rakyat mencoblos yang baik. Yaitu nomor satu dibuka saja, nomor dua dilihat, nomor tiga dicoblos, coblos rambut putih," tambahnya.

Hasto meyakini rakyat Lampung adalah masyarakat yang sadar politik. Masyarakat Lampung melek secara politik yang tidak membiarkan berbagai bentuk pengerdilan suara rakyat terjadi.

Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Ganjar itu menambahkan kekuatan Ganjar-Mahfud terletak pada kekuatan rakyat, wong cilik. Kekuatan Ganjar-Mahfud terletak pada gotong royong dari seluruh rakyat Indonesia. 

“Saat ini yang terpenting adalah datangi rakyat, jangan melihat hasil survei karena sudah dimanipulasi. Lihat saja sentimen positif kepemimpinan paslon 03 yang paling tinggi," imbuh Hasto

Baca Juga: Bicara Udara Ajak Anak Muda Menyoroti Komitmen Capres-Cawapres Pemilu 2024 terhadap Lingkungan dan Transisi Energi

Dia meyakini sentimen positif terhadap Ganjar-Mahfud terbesar. Sebab, Ganjar-Mahfud tidak pernah terlibat hukum, melanggar etika, dan berasal dari keluarga yang baik-baik saja.

“Untuk memimpin Indonesia harus dibuktikan memimpin keluarga dulu. Sanggup atau tidak. Kalau memimpin keluarga saja tidak sanggup jangan memimpin Indonesia raya yang besar ini saudara-saudara sekalian," pungkas Hasto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.