TKN: Mahfud Tidak Etis karena Menerima Tamu dan Bahas Soal Pemakzulan Jokowi
Atikah Umiyani | 17 Januari 2024, 11:46 WIB

AKURAT.CO Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, menilai, Menko Polhukam, Mahfud MD, aneh karena menerima tamu dan berbicara soal pemakzulan Presiden Joko Widodo.
Nusron menilai, tidak semestinya hal itu dilakukan oleh Mahfud MD. Apalagi, Mahfud adalah seorang ahli hukum yang seharusnya mengerti bagaimana prosedur pemakzulan itu berlangsung.
"Jadi kalau itu pertama ya, yang bertamu juga aneh, yang menerima tamu juga menurut saya aneh," kata Nusron kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/1/2024).
"Apalagi yang namanya Pak Mahfud itu adalah salah seorang ahli hukum tata negara, tahu tentang mekanisme tentang tata cara pemakzulan," sambungnya.
Nusron menilai, apa yang dilakukan Mahfud sangat tidak etis, apalagi tamu tersebut diterima di kantor Kemenko Polhukam. Kendati begitu, Nusron mengaku tetap berfikir positif terhadap apa yang dilakukan Mahfud yang juga cawapres paslon 03.
"Secara ini tidak etis, tapi mungkin pak Mahfud gatau ternyata diskusinya akan mengarah pada pemakzulan. Saya masih husnuzon pada pak Mahfud," ujarnya.
Namun jika yang terjadi sebaliknya, Nusron memastikan bahwa lingkaran istana sudah tidak lagi bersih. Karena ada pihak-pihak yang menjadi pengkhianat Jokowi.
"Tapi kalau Pak Mahfud sebenarnya tahu dan merencanakan itu ya berarti akan ada brutus dalam pemerintahan, kalau tahu. Tapi saya yakin, husnuzon Pak Mahfud tidak tahu," ujarnya.
Bukan tanpa sebab, hal itu dikatakan Nusron, karena menurutnya isu pemakzulan tidak bisa diucapkan oleh sembarang orang. Ia meyakini, berhembusnya isu pemakzulan sangat berkaitan erat dengan motif politik.
"Jadi isu pemakzulan itu isu nggak main main. Karena itu kalau ada orang intelektual ngomong isu pemakzulan ya memang mempunyai agenda agenda politik tertentu yang intinya adalah tidak siap berkompetisi dalam era demokrasi kali ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









