Akurat

Soal Pembelian Alutsista, Ganjar: No Utang No Usang

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2024, 22:46 WIB
Soal Pembelian Alutsista, Ganjar: No Utang No Usang

  

AKURAT.CO Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyinggung kebijakan pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas yang dilakukan Kementerian Pertahanan.

Hal itu disampaikan Ganjar pada momen debat capres, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Menurut dia, kebijakan impor alutsista bekas punya risiko besar bagi sistem pertahanan dan keamanan nasional. Terlebih lagi, pembelian alutsista itu menumpuk utang luar negeri yang signifikan.

Ganjar yang berpasangan dengan Mahfud MD menilai sejauh ini penggunaan utang luar negeri tidak berjuntrungan, malah menghasilkan impor alutsista bekas dengan anggaran yang jumbo. 

"Persoalannya, dalam renstra untuk essential minimum force pada 2024 kita juga masih sangat jauh," ungkapnya.

Mengacu dari kenyataan itu, Ganjar menegaskan strategi kebijakan ke depan bakal berubah haluan.

Baca Juga: Serba Lokal, Ganjar-Mahfud Berpakaian Ala Militer Klasik di Debat Capres

Untuk memperkuat pertahanan dan keamanan, dia memastikan berlandaskan pada perencanaan yang matang. Salah satu upaya itu adalah dengan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

"Tank bakal diproduksi Pindad, kapal freegat oleh PAL, sedangkan sistem siber ada LEN," ucap Ganjar. 

Atas dasar itu, dia optimistis bisa memberikan penguatan terhadap sistem pertahanan dan keamanan. 

"Alhasil, kita bisa bangun dengan no utang no usang," kata Ganjar.

Lebih jauh, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang bakal mencapai tujuh persen, Ganjar memastikan alokasi anggaran pertahanan bakal dikerek hingga 1-2 persen.

Selain itu, dirinya akan mengubah pola perencanaan pengadaan alutsista, hingga proses pengadaan yang memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri.

"Kalau selama ini yang didatangkan alutsista bekas impor, itupun tidak disusun dari bottom up, melainkan top down. Sehingga banyak alutsista pun tidak sesuai kebutuhan matra," ujar Ganjar.

Hal ini meningkatkan risiko bagi pertahanan dan keamanan nasional.

Baca Juga: Pendukung Ganjar-Mahfud Padati Istora Senayan, Serukan Yel-yel: Jangan Gentar Kita Punya Ganjar

"Bagaimana nanti ada pilot terbaik kita, jadi korban karena alutsista bekas. Tidak hanya itu, tiap matra juga kebingungan dengan alutsista yang diimpor, karena tidak sesuai kebutuhan," jelasnya lagi.

Di sisi lain, Ganjar menyebut bakal memprioritaskan pertahanan dan keamanan pada matra Laut dan Udara. 

"Dari perencanaan jangan gegabah, kami bakal memajukan Garda Samudera. Laut dan udara bakal kita perkuat, prioritasnya di sana tetapi tetap proporsional," demikian Ganjar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.