Penolakan Tim Prabowo-Gibran Soal Hak Siar Debat Capres Oleh MNC Group Sangat Rasional, Pakar: Karena Terafiliasi Ganjar-Mahfud
Atikah Umiyani | 30 Desember 2023, 21:30 WIB

AKURAT.CO Pakar politik dari Citra Institute, Efriza, ikut menanggapi kabar yang beredar soal adanya dugaan penolakan dari tim paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terhadap stasiun TV MNC Group sebagai pihak yang menyiarkan debat capres sesi ketiga.
Terkait hal tersebut, Efriza menilai sebagai hal yang wajar karena MNC Group sangat kentara terafiliasi dengan salah satu kontestan di Pilpres 2024, yakni paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
"Sangat rasional penolakan terhadap pelaksanaan debat capres sesi ketiga karena alasannya dari korporasi media TV nasional terkait MNC Group ini, memang terbukti terafiliasi dengan pasangan capres-cawapres dari Ganjar-Mahfud," kata Efriza kepada wartawan, Sabtu (30/12/2023).
Efriza mengatakan, KPU juga tidak boleh menutup mata soal adanya dugaan pengajuan lokasi debat di Royal Glasshouse, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sebab, lokasi itu dikabarkan milik dari Hary Tanoesoedibjo yang merupakan bos besar MNC Group sekaligus Ketua Umum Perindo.
Sehingga, sangat besar potensinya akan menguntungkan salah satu paslon jika pengajuan lokasi itu benar dikabulkan.
"Padahal jelas sekali Hary juga Ketua Umum Perindo yang memilih mengusung Ganjar-Mahfud," ujarnya.
Efriza pun meminta KPU untuk mengambil keputusan dengan bijak, terutama terkait dengan penyiaran dan pemilihan lokasi penyelenggaraan debat. Menurutnya, hal ini demi menjaga netralitas KPU di mata masyarakat.
Berkaca dari penyelenggaraan debat pertama dan kedua, KPU selalu dianggap tidak netral oleh sejumlah pihak walaupun sudah menyelenggarakan dengan baik.
"Penolakan ini patut dipertimbangkan karena mengenai netralitas KPU. Sebab, tempat yang netral saja di debat pertama dan kedua, dalam dua kali debat, KPU dianggap menguntungkan salah satu pasangan calon," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









