Akurat Logo

Lokomotif Perjuangan, Relawan Gibranku Siap Jadi Pengeruk Suara untuk Prabowo-Gibran

Mukodah | 11 Desember 2023, 22:16 WIB
Lokomotif Perjuangan, Relawan Gibranku Siap Jadi Pengeruk Suara untuk Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Barisan relawan atas nama Gibranku siap menjadi mesin pengeruk suara pasangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Wakil Sekjen Relawan Gibranku, Pangeran Mangkubumi, dalam konsolidasi relawan inti Prabowo-Gibran di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Dia menjelaskan, relawan Gibranku adalah lokomotif perjuangan Gibran dan siap memenangkan pasangan capres 02 dalam satu putaran di Pilpres 2024.

"Gibranku adalah lokomotif perjuangan Mas Gibran, kami sudah terbentuk di 30 provinsi dan jumlahnya terus bertambah. Kami berkomitmen menangkan satu putaran," ujar Pangeran.

Baca Juga: LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Butuh 7,2 Persen Menang Satu Putaran 

Semangat tersebut pun disambut baik calon wapres Gibran Rakabuming Raka yang hadir langsung dalam konsolidasi relawan inti Prabowo-Gibran.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu berpesan kepada seluruh organ relawan untuk giat bekerja membumikan visi misi pasangan capres nomor urut 02.

Selain itu, Gibran meminta organ relawan untuk tidak terperdaya oleh hasil survei dan tetap fokus bekerja hingga hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 nanti.

"Saya mohon teman-teman jangan jadikan survei sebagai patokan. Meski angka kita paling tinggi tapi kita tetap harus bekerja secara maksimal sampai hari pemilihan," jelasnya.

Sebelumnya, elektabilitas capres yang dirilis Litbang Kompas menempatkan Prabowo Subianto pada posisi pertama. Prabowo yang berada di peringkat pertama unggul dengan elektabilitas mencapai 39,7 persen.

Litbang Kompas mencatat perubahan signifikan pada tingkat elektabilitas capres tanpa pasangan cawapres.

Baca Juga: Aktivis 98 Wahab Talaohu: Hanya Prabowo-Gibran yang Punya Komitmen Supremasi HAM di Indonesia 

"Saat ini Prabowo mendapat 39,7 persen, Ganjar 18 persen, Anies 17,4 persen," ujar peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK