Akurat Logo

Puan: PDIP Masih Dukung Jokowi

Paskalis Rubedanto | 20 November 2023, 19:32 WIB
Puan: PDIP Masih Dukung Jokowi

AKURAT.CO Ketua DPP PDIP Puan Maharani memastikan partainya masih mendukung Presiden Jokowi. Puan juga menganggap Jokowi masih kader banteng sekalipun loyalitasnya mulai dipertanyakan.

Puan mengatakan, ada waktunya untuk bertemu Jokowi membahas dinamika politik terakhir. Termasuk membicarakan isu-isu politik terkini, selepas anak dan menantu eks Gubernur DKI dan Wali Kota Solo tak lagi berjalan seiring dengan PDIP.

“Bisa saja itu dibicarakan (posisi Jokowi di PDIP). Ya Pak Jokowi merupakan presiden dari PDIP yang kemarin kami usung dan kami dukung. Jadi posisi sampai hari ini masih seperti itu,” ujar Puan, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Puan Boyong Ketua Parlemen MIKTA Menghadap Jokowi, Bahas Palestina

Puan mengaku secara berkala bisa bertemu dengan Jokowi, dengan kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Artinya, tak ada sekat yang membatasi komunikasi di antara keduanya.

“Sebagai ketua DPR biasanya secara berkala saya akan berkala bertemu presiden untuk bicara hal-hal yang terkait isu aktual. Tentu saja itu pembicaraannya bisa antara ketua DPR dengan presiden, namun bisa juga sebagai keluarga atau orang yang sudah sama-sama mengenal,” ucapnya.

Baca Juga: Ganjar Beri Nilai 5 Penegakan Hukum Era Jokowi, JK: Anda Pasti Sependapat

Dirinya memastikan bakal bertemu Jokowi untuk membahas situasi terakhir. Namun tergantung dari kecocokan waktu masing-masing.

“Jadi, pertemuan yang akan datang atau selanjutnya tentu saja akan kami jadwalkan. Ini hanya masalah waktu saja. Presiden mungkin sibuk. Saya juga ada agenda lain. Namun tadi, jika waktunya cocok atau pas saya akan bertemu lagi dengan presiden,” tutur anggota Dewan Penasehat TPN Ganjar Mahfud.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.