Persaudaraan 98: Gibran Effect Hapus Mitos Jawa Tengah Kandang Banteng, Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

AKURAT.CO Gibran effect akan membawa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih suara optimal pada 14 Februari 2024. Bahkan, dapat memenangkan Pilpres dalam satu putaran.
“Dari hasil kajian internal dan dikomparasikan dengan hasil survei terkini dari lembaga kredibel, maka kita sampai pada kesempulan bahwa pasangan Prabowo-Gibran akan menang satu putaran," kata Ketua Umum DPP Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, kepada wartawan, Sabtu (11/11/2023).
Hasil survei Poltracking Indonesia periode 28 Oktober 2023 hingga 3 November 2023, menempatkan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran di puncak klasemen dengan angka elektabilitas 40,2 persen sementara Ganjar-Mahfud di urutan dua dengan 30,1 persen dan Anies-Muhaimin dengan 24,4 persen.
Baca Juga: Gelar Konsolidasi, Relawan Prabowo Gagas Program Gerobak Dorong Masuk Kampung
“Setelah pendaftaran di KPU, suara Prabowo-Gibran melejit 9,5 persen dari sebelumnya 30,7 persen di bulan September menjadi 40,2 persen di bulan November awal. Artinya pasangan Prabowo-Gibran adalah pasangan idaman pemilih. Ada migrasi pemilih yang cukup masih terutama dari pemilih yang belum mementukan pilihan pada akhirnya memilih pasangan Prabowo-Gibran," ujar tokoh gerakan mahasiswa 98 ini.
Wahab menambahkan kunci kemenangan Prabowo-Gibran ada di Jawa Tengah dan DIY. Sebab pasangan Prabowo-Gibran sudah menguasai Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Jawa Tengah dan DIY akan menjadi kunci kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran. Gibran effect di Jawa Tengah dan DIY sangat terasa, dalam satu bulan saja mampu memompa elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran dari 15 persen menjadi 27,2 persen atau naik 12,2 persen. Angka ini semakin terus meningkat seiring kerja-kerja electoral yang semakin massif dilakukan," jelasnya.
Wahab juga menampik asumsi yang mengatakan Jawa Tengah sebagai kendang banteng atau daerah lumbung suara PDI Perjuangan.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran: PDIP Punya Banyak Kader Muda, Kenapa Enggak Dimajukan?
“Jateng kendang Banteng itu hanya mitos. Ibu Mega ketika maju Pilpres 2004 dan 2009 kalah di Jawa Tengah. PDI Perjuangan mampu menguasai Jawa Tengah setelah era presiden Jokowi. Sehingga Jokowi effect di Jateng dan DIY sangat kental," terang Wahab.
Wahab melihat derasnya dukungan dari generasi Z dan milenial sangat dipengaruhi oleh Gibran Effect. Para pemilih pemula, milenial dan pemilih muda memilih Prabowo-Gibran karena melihat ada representasi kaum muda.
"Gen Z dan milenial sangat nyaman dengan pasangan Prabowo-Gibran. Karena Prabowo tampil elegan sebagai pemimpian senior yang mengayomi dan Gibran membawa semangat keberlanjutan yang tidak dimiliki kandidat lain" tambahnya.
Wahab menyayangkan ada mentalitas anti anak muda yang sengaja dibangun oleh politisi-politisi tua, yang dengan gelap mata melakukan pembunuhan karakter pada Gibran.
"Gibran sengaja dijegal oleh para elite politisi tua dengan alasan yang tidak masuk akal. Narasi, hoax dan miss informasi sengaja diciptakan dan disebar secara masif untuk membunuh kesempatan anak muda menjadi pemimpin di negerinya sendiri. Ini suatu tindakan yang harus kita lawan karena menciderai demokrasi dan semangat reformasi 98," tutup Wahab.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










