Akurat Logo

Survei Lembaga Dunia Asal Prancis Sebut Elektabilitas Ganjar-Mahfud Tertinggi

Gerdiansyah | 24 Oktober 2023, 20:08 WIB
Survei Lembaga Dunia Asal Prancis Sebut Elektabilitas Ganjar-Mahfud Tertinggi

AKURAT.CO - Lembaga survei dunia dari Prancis, Ipsos Public Affair, merilis fakta terbaru terkait elektabilitas Capres-Cawapres Indonesia untuk Pemilihan Presiden 2024.

Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD unggul tipis atas pasangan Prabowo Subianto-Gibran yang mendapat skor 31,32%, sedangkan Ganjar-Mahfud mendapat skor mencapai 31,98%.

Sementara paslon Anies-Muhaimin mendapat skor 28,91%.

"Simulasi pertama hasilnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 28,91 persen, Ganjar Pranowo–Mahfud MD 31,98 persen sedangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 31,32 persen," tulis rilis resmi Ipsos Public Affair dikutip Akurat.co, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga: Duet Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Jadi Favorit Nahdliyin di Jatim, Survei SMRC: Capai 46,3%

Peneliti Ipsos Arif Nurul Iman mengatakan, pada simulasi tiga suara, di mana Prabowo dipasangkan dengan Gibran, sebanyak 7,79% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Ipsos juga mempublikasikan hasil survei tatap muka antara Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud MD. Hasilnya, Ganjar-Mahfud menang dengan margin yang impresif dan mencolok.

Merujuk data yang ada, saat melakukan simulasi dua paslon Ganjar Pranowo - Mahfud MD versus Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming, diketahui masyarakat lebih memilih pasangan Ganjar-Mahfud sebesar 48,72%.

Simulasi dari ketiga pasangan menunjukkan, Prabowo-Erick Thohir memiliki keunggulan sekitar enam persen lebih banyak dibandingkan dengan pasangan Ganjar-Mahfud.

Arif memaparkan, Pasangan Prabowo dan Erick Thohir memperoleh dukungan dari 37,53 persen pemilih. Sementara itu, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md mendapatkan dukungan sebesar 31,73 persen, dan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapatkan 28,91 persen dukungan suara.

Terdapat juga sebagian responden sebanyak 1,82 persen yang menyatakan bahwa mereka tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Baca Juga: Sebelum Daftar Ke KPU, Prabowo-Gibran Berpidato Di GBK

Arif menambahkan bahwa jika Prabowo berpasangan dengan Erick, peluang untuk unggul atas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden lainnya akan meningkat.

Menurutnya, perbedaan elektabilitas sebanyak enam persen antara Prabowo-Erick Thohir dan Ganjar-Mahfud dianggap signifikan, dan tidak masuk dalam rentang Margin of Error yang telah ditetapkan, yakni sekitar 2,83 persen.

Selanjutnya, jika pemilihan harus dilakukan dalam dua putaran, kemungkinan kedua pasangan Prabowo akan lolos ke putaran kedua. Namun, pasangan Prabowo-Gibran akan kalah dalam persaingan dengan Ganjar-Mahfud, dengan Ganjar-Mahfud memperoleh 48,72% suara dan Prabowo-Gibran 41,67% suara.

"Tapi jika Prabowo-Erick melaju ke putaran kedua maka hasilnya adalah 51,86% sementara Ganjar-Mahfud memperoleh 47,06%. Artinya Prabowo-Erick bisa menang di putaran kedua," jelasnya.

Survei ini melibatkan 1.207 responden dari 34 provinsi di Indonesia yang diwawancarai melalui telepon setelah Ganjar dan Mahfud diumumkan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 18 Oktober lalu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A