Akurat

Gibran Untungkan Prabowo, Gerus Suara Ganjar Di Jateng

Roni Anggara | 17 Oktober 2023, 16:08 WIB
Gibran Untungkan Prabowo, Gerus Suara Ganjar Di Jateng

AKURAT.CO Wali Kota Solo Gibran Rakabuming bisa membawa efek elektoral untuk Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Kalau Prabowo-Gibran berduet, suara Ganjar Pranowo di Jateng bisa tergerus.

Pengamat politik, Denny JA menyebutkan, Gibran bisa memperkecil selisih suara Ganjar di Jateng. Sekalipun secara head to head masih unggul, Prabowo bisa memastikan kemenangan dengan menggaet Gibran.

"Dengan datangnya Gibran,  maka Gibran akan memperkecil margin antara Ganjar dan Prabowo. Jika dominasi Ganjar di Jawa Tengah bisa dikurangi, dengan sendirinya total suara Ganjar di seluruh Indonesia akan jauh berkurang," kata Denny, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga: Kantongi 'Tiket' Cawapres, Ini Gurita Bisnis Gibran Rakabuming

Menurut Denny, suara dari Jateng cukup menentukan kemenangan dalam kontestasi. Total populasi di Jateng mencapai 16 persen dari populasi nasional/

"Ganjar di Jawa Tengah mengalahkan Prabowo di atas 20 persen, walau Ganjar secara nasional masih kalah dengan Prabowo jika head to head," tuturnya.

Ganjar digadang-gadang memiliki peluang besar menjadi cawapres untuk Prabowo, setelah MK memberi lampu hijau. Putusan MK yang mengabulkan permohonan mahasiswa Unisa, menambah norma pada Pasal 169 huruf q UU Pemilu yang menegaskan usia 40 tahun bukan hambatan bagi seseorang yang pernah atau sedang menjabat kepala daerah maju pilpres.

Baca Juga: Usai Putusan MK, Remaja Manado Sambut Gibran Jadi Cawapres

Denny menganggap, modal Gibran baru secara yuridis hukum memenuhi syarat maju. Sedangkan dalam sisi politik, keberadaan Gibran kalau dipinang Prabowo, selain mampu memecah suara di Jateng, juga bisa menggaet suara dari segmen pemilih muda.

"Gerbong suara yang akan dibawa Gibran adalah pemilih dari generasi milenial. Itu istilah untuk mereka yang lahir setelah 1982.  Usia mereka kini, 41 tahun ke bawah," ujarnya.

Baca Juga: Refly Harun: Putusan MK Sontoloyo, Bukti Intervensi Kekuasaan

Hasil survei LSI Denny JA pada September 2023, total jumlah pemilih dengan segmen milenial mencapai 48,5 persen. Maka Gibran bisa menjadi representai para pemilih muda itu.

"Dengan sendirinya potensial sekali Gibran mengambil suara kaum muda, kaum milenial,  yang jumlahnya minta ampun banyak. Ini hampir separuh dari populasi," kata Denny.

Selain politisi muda, kalangan dari pengusaha dan profesional muda bisa menjadi target suara untuk Gibran. Mereka bisa digerakkan untuk memperkuat pengaruh dan tingkat keterpilihan capres.

Baca Juga: Petaka Mahkamah Keluarga, Lunturnya Kenegarawanan MK

Tak hanya itu, keberadaan Gibran juga merepresentasikan para pemilih Jokowi. Tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi menandakan besarnya keinginan masyarakat agar program-program kerja eks Gubernur DKI dan Wali Kota Solo dilanjutkan.

Sekalipun belum secara terbuka menyatakan dukungan terhadap capres tertentu, dengan hadirnya Gibran dalam gerbong Prabowo, menandakan secara implisit siapa capres yang didukung Jokowi.

"Dengan datangnya Gibran sebagai cawapres Prabowo, dengan sendirinya, itu memberi sinyal bahwa Jokowi berada di belakang Prabowo. Jumlah populasi,  mereka yang puas dengan Jokowi, sebanyak 70-80 persen," katanya.

Baca Juga: Setelah Putusan MK: Mega Bicara Loyalitas, Puan Singgung Pengorbanan

Denny menyinggung masuknya Gibran dalam barisan Prabowo, membawa dinamika dalam elektoral. Prabowo potensi ditinggal sebagian pendukungnya yang berasal dari kalangan terpelajar yang terpengaruh isu dinasti politik.

Kendati begitu, jumlah mereka tidak signifikan. Prabowo masih menjadi capres dengan elektabilitas tinggi.

Baca Juga: Gerindra: Putusan MK Langsung Dieksekusi

"Tapi jumlah kalangan terpelajar ini dalam populasi pemilih Indonesia kurang dari 10 persen. Dijumlah- jambeh, masih lebih banyak pemilih yang datang ketimbang yang pergi jika Prabowo mengambil Gibran sebagai calon wakil presiden," kata dia.

Denny menyimpulkan, masuknya Gibran dalam barisan Prabowo merupakan hasil kalkulasi yang rasional. Prabowo dan pendukungnya bisa untung besar.

"Karena itu, jika akhirnya Gibran dipilih sebagai calon wakil presiden Prabowo, itu justru karena kalkulasi elektoral yang cermat," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.