Pertemuan SBY-Jokowi Sinyal Demokrat Dapat Jatah Menteri?
Atikah Umiyani | 4 Oktober 2023, 10:42 WIB

AKURAT.CO Partai Demokrat diembuskan berpotensi dapat jatah menteri usai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Senin (2/10/2023).
Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, menilai, pertemuan itu bukan hanya sekadar silaturahmi biasa. Tapi juga sekaligus membahas langkah-langkah politik yang saat ini sudah diambil oleh Demokrat.
Termasuk, terkait sikap Demokrat yang mencabut dukungan untuk bakal capres Anies Baswedan dan memilih gabung Koalisi Indonesia Maju (KIM) dengan mendukung Prabowo Subianto.
"Tidak menutup kemungkinan Jokowi-SBY mendiskusikan sejumlah isu politik praktis. Termasuk terkait KIM yang konon Jokowi berada di balik orkestrasi kekuatan politik yang kini juga menjadi tempat bernaung bagi Partai Demokrat," jelas Umam saat dikonfirmasi, Rabu (4/10/2023).
Ia melanjutkan, bergabungnya Demokrat ke koalisi Prabowo membuat terbuka peluang untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi. Apalagi, sinyal reshuffle semakin menguat belakangan ini usai terdapat lagi menteri yang terseret kasus hukum.
"Merapatnya Demokrat ke kubu koalisi pemerintahan ini wajar jika memunculkan spekulasi tentang kemungkinan Demokrat mendapatkan jatah kursi menteri dalam reshuffle tahap akhir pemerintahan Jokowi," kata Umam.
Baca Juga: Partai Demokrat Pede Target 90 Kursi Di DPR
Umam melihat posisi Demokrat dalam sejumlah wacana perdebatan di publik belakangan ini juga tampak bergeser ke arah tengah. Sementara Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru semakin mempertegas perbedaan arah.
"Nasdem dan PKB yang kini berada di Koalisi Perubahan tampak semakin kencang dan berani menunjukkan garis perbedaan arah kebijakan dengan pemerintahan Jokowi saat ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia menilai terdapat potensi Demokrat untuk masuk kabinet jika Jokowi melakukan reshuffle dalam waktu dekat. Hal ini juga akan mempertegas bahwa Jokowi tak lagi dibayang-bayangi oleh ketumnya Megawati Soekarnoputri.
"Jika Jokowi akhirnya memberikan jatah kursi menteri kepada Demokrat, maka hal ini akan menjadi momentum besar bagi terjadinya rekonsiliasi kekuatan politik Jokowi dan SBY, yang terbebas dari bayang-bayang tekanan Megawati," pungkas Umam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya



