Akurat

Ketum Golkar-Eks Presiden Filipina Bahas Isu Pangan, Selaras Program KIM

Abror | 16 September 2023, 19:46 WIB
Ketum Golkar-Eks Presiden Filipina Bahas Isu Pangan, Selaras Program KIM



AKURAT.CO Ketum Golkar Airlangga Hartarto membahas isu pangan bersama Presiden Filipina periode 2001-2010, Gloria Magacapal Arroyo, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (16/9/2023). Isu pangan, kebetulan selaras dengan program Koalisi Indonesia Maju (KIM), pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Airlangga bersama Presiden Arroyo sama-sama menjadi pembicara dalam acara "Presidential Lecture Series: Leadership and Resilience in The ASEAN Region, yang digelar Golkar Institute. Adapun KIM mengangkat isu pangan untuk menyiapkan program mengantisipasi krisis.

"Pangan ini juga yang kemarin dibahas dalam pertemuan Koalisi Indonesia Maju jadi ini sangat-sangat selaras," kata Airlangga, sekaligus menyinggung pertemuan para ketum anggota KIM di Kantor DPP Golkar, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dampingi Jokowi Sidak, Menteri Erick Tegaskan Kesiapan BUMN Di Program Bantuan Pangan

Airlangga mengatakan, dalam kuliah umumnya, mantan presiden Filipina menyampaikan pandangan terhadap krisis pangan yang pernah terjadi di masa lampau dan dikaitkan dengan kondisi global saat ini.

"Ibu Presiden Gloria menyampaikan hal yang pernah terjadi di tahun 2008 yaitu krisis beras dan angkanya mirip terjadi kenaikan harga beras sampai dengan diatas 600 sampai 650 dan ini terjadi hari ini di india menahan ekspor beras," kata Airlangga di lokasi.

Baca Juga: Jokowi Blusukan Bersama Prabowo Dan Ganjar, Cek Harga Pangan

Menko Perekonomian mengatakan, masalah pangan termasuk menjadi perhatian Indonesia, yang terlihat dari sikap Presiden Jokowi mengucurkan bantuan beras kepada masyarakat.

"Bapak presiden berkali-berkali ke pasar untuk mengecek harga beras dan pemerintah hari ini memberikan bansos beras untuk tiga bulan ke depan kepada penerima bantuan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Abror
E