Akurat Logo

AHY Dampingi Ganjar Tergantung Keputusan Megawati

Mukodah | 10 September 2023, 18:30 WIB
AHY Dampingi Ganjar Tergantung Keputusan Megawati

AKURAT.CO Keputusan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo bergantung pada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjawab peluang AHY menjadi cawapres apabila Partai Demokrat bergabung sebagai pengusung Ganjar.

"Cawapres dan calon presiden. Kalau capres sudah ditetapkan tetapi siapa yang menjadi cawapres itu kan ranah ibu ketua umum," ujarnya di Kantor DPD PDIP Banten, Kota Serang, Minggu (10/9/2023).

Baca Juga: Demokrat Sebaiknya Gabung Ke Koalisi Ganjar Pranowo

Adapun, penetapan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres PDIP telah berkaca pada pengalaman sebelumnya, di mana Presiden Joko Widodo dua kali ditetapkan sebagai capres.

Hal ini mencerminkan bahwa pertimbangan Megawati sungguh-sungguh diberikan untuk bangsa dan negara.

"Tidak ada kepentingan politik sesaat. Semua dipersiapkan dengan baik, demikian pula terkait dengan cawapres," kata Hasto, diberitakan Antara.

Baca Juga: Rakernas IV PDIP Bahas Kesejahteraan Rakyat

Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama BRIN, Siti Zuhro, meyakini Demokrat memiliki kalkulasi politik untuk menentukan arah dukungan di Pilpres 2024.

Namun dia menilai, Demokrat lebih masuk akal jika bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Dari perspektif publik, opsi bergabung dengan Partai Gerindra yang oke dan masuk akal," katanya.

Baca Juga: Rangkul Demokrat, PDIP Bakal Lebih Kuat

Adapun, pasca-keluarnya Demokrat dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), partai tersebut belum juga menentukan arah koalisi.

Ada dua opsi yang dimiliki Demokrat. Pertama, bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju untuk mendukung Prabowo Subianto menjadi bakal capres. Kedua, bergabung dalam koalisi yang dipimpin PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo.

Menurut Siti Zuhro, dari dua opsi yang ada, Demokrat sudah memiliki kalkulasi politik dengan poros mana yang menguntungkannya.

Dia menilai keputusan parpol untuk berkoalisi biasanya dilakukan ketika chemistry antara ketua umum masing-masing terhubung.

"Akan sulit dibayangkan koalisi bisa dibangun bila hubungan antara ketua umum tidak baik," katanya.

Terkait kemungkinan Demokrat gabung dalam koalisi bersama PDIP, Siti Zuhro menilai hal itu bisa saja terjadi. Namun, menurut dia, pasti butuh proses untuk melakukan komunikasi politik dan berbagai penyesuaian sehingga relasi kedua parpol itu membaik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK