Demokrat Sebaiknya Gabung Ke Koalisi Ganjar Pranowo

AKURAT.CO Partai Demokrat akan mendulang keuntungan apabila bergabung dengan koalisi PDI Perjuangan yang mengusung bakal capres Ganjar Pranowo.
Sebab jika bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), partai berlambang bintang mercy itu akan kalah saing dengan Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Menurut Pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (Kedaikopi), Hendri Satrio, tiga partai yakni Gerindra, Golkar dan Demokrat apabila tergabung dalam satu koalisi maka akan terjadi kanibal. Pasalnya, ketiga partai itu memiliki basis pemilih yang sama.
Baca Juga: Berkoalisi Dengan PDIP, Demokrat: Hasilnya Baik Untuk Bangsa
Atas dasar itu ia menilai perolehan suara bagi ketiganya untuk kontestasi 2024 tidak akan membantu Gerindra, Golkar dan Demokrat secara signifikan dalam mendongkrak elektabilitas capres yang diusung.
"Demokrat kalau bergabung dengan Gerindra akan ada gesekan pemilih, baik itu juga dengan Golkar," kata Hendri saat dihubungi Akurat.co, Minggu (10/9/2023).
Dia menuturkan, berbanding terbalik apabila Demokrat masuk dalam koalisi PDIP. Sebab antara PDIP dan Demokrat memiliki perbedaan ideologi yang membuat basis pemilih keduanya berbeda.
Baca Juga: Demokrat Jangan Minta Kursi Wapres Jika Ikut Mengusung Ganjar
Oleh sebab itu, Hendri mengimbau agar Demokrat memilih PDIP setelah memutuskan hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
"PDIP ceruk pasar sendiri. Maka wajar jika diisukan lebih condong ke PDIP ketimbang Gerindra," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, membenarkan ihwal adanya komunikasi politik yang dijalin partainya dengan Demokrat. Bahkan komunikasi yang dijalin sudah semakin intens.
Baca Juga: Rangkul Demokrat, PDIP Bakal Lebih Kuat
Kendati demikian, Hasto belum bisa memberi jawaban pasti mengenai keputusan Demokrat untuk ikut memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
"Komunikasi politik sudah dijalankan sejak rapat kerja nasional yang ketiga," kata Hasto di kawasan Senen, Jakarta, Sabtu (9/9/2023).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







