Akurat Logo

Berkoalisi Dengan PDIP, Demokrat: Hasilnya Baik Untuk Bangsa

Atikah Umiyani | 7 September 2023, 09:27 WIB
Berkoalisi Dengan PDIP, Demokrat: Hasilnya Baik Untuk Bangsa

AKURAT.CO Partai Demokrat merespons positif sikap PDI Perjuangan yang menyebut akan mengintensifkan komunikasi politik untuk menghadapi Pilpres 2024.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengatakan, sikap terbuka PDIP akan menjadi satu pertimbangan yang akan dibahas lebih lanjut di internal partai.

"Tentu lampu hijau di publik yang sudah disampaikan teman-teman PDIP ini akan jadi pembahasan bagi kami untuk menentukan langkah berikutnya," kata Jansen kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga: Rangkul Demokrat, PDIP Bakal Lebih Kuat

Diketahui, Demokrat telah mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan yang usai secara tiba-tiba memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, sebagai cawapresnya.

Karena merasa telah dikhianati, Jansen memastikan bahwa Demokrat akan terus bergerak mencari koalisi dan tidak akan kembali ke kelompok sebelumnya.

"Beberapa hari ini kami kan baru saja menyelesaikan perceraian dengan pasangan lama kami yang tak mungkin lagi kami kembali kesana," ujarnya.

Baca Juga: Demokrat Jangan Minta Kursi Wapres Jika Ikut Mengusung Ganjar

Terkait dengan peluang bersatunya Demokrat dengan koalisi PDIP, Jansen menyebut itu sebagai hal yang baik tidak hanya untuk kepentingan pilpres, tapi juga untuk kepentingan bangsa ke depan.

"Jika kerja sama ini terjadi hasilnya akan sangat baik untuk publik, masyarakat dan bangsa kita," pungkasnya.

PDIP sendiri disebut akan membuka kembali keran komunikasi politik dengan Demokrat. Hal ini sebagai respons atas sikap Demokrat yang memilih mencabut dukungan untuk Anies Baswedan.

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, bahkan menyebut komunikasi PDIP dengan partai yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono itu akan semakin diintensifkan.

"Mungkin dalam beberapa waktu kedepan komunikasi politik itu akan dibuka kembali dan mungkin saja diintensifkan," kata Basarah pada Selasa (5/9/2023).

Adapun, komunikasi yang intens itu dimaksudkan untuk menemukan kesamaan pemahaman agar bisa diakhiri dengan kontrak kerja sama di Pilpres 2024. Kendati begitu, kerja sama itu hanya akan diputuskan oleh pimpinan kedua partai.

"Sambil kedua belah pihak menemukan kesamaan persepsi dan frekuensi, apakah mungkin dilanjutkan pada kerja sama politik pilpres atau tidak itu tergantung hasil pembicaraan antara pimpinan partai Demokrat dan pimpinan PDIP," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK