Akurat Logo

Kepala Daerah dari Golkar Diminta Tetap Ikut Retreat Meski Berkoalisi dengan PDIP

Ahada Ramadhana | 21 Februari 2025, 17:27 WIB
Kepala Daerah dari Golkar Diminta Tetap Ikut Retreat Meski Berkoalisi dengan PDIP

AKURAT.CO Partai Golkar, menanggapi instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang melarang seluruh kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan bahwa Partai Golkar menghargai dan hormat terhadap sikap dan pandangan setiap partai. Maka etikanya, Partai Golkar tidak mau ikut campur dalam masalah internal partai lain.

"Dan tentu etikanya partai Golkar tidak ingin ikut campur masalah interen. Tentunya kita saling menghormati," ujarnya dalam konferensi pers di Senayan, Jumat (21/2/2025).

Baca Juga: Tak Hadir di Retreat, Bukti Kepala Daerah dari PDIP Hanya Petugas Partai

Terkait kepala daerah yang telah dilantik, maka Partai Golkar menginventarisir terdapat beberapa kepala daerah baik provinsi, kabupaten dan kota yang berkoalisi dengan PDIP. Dia mencontohkan, salah satu kadernya yang menjadi Walikota di Tangerang dan wakilnya merupakan kader dari PDIP.

"Dari Partai PDIP salah satu di antaranya yang paling dekat di sini adalah Kota Tangerang. Jadi di situ adalah Walikotanya adalah Ketua Partai Golkar dan wakilnya adalah dari PDIP," ujarnya.

Dia menegaskan, DPP Partai Golkar mewajibkan kepada seluruh kader untuk mengikuti retreat yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurutnya, retreat merupakan proses dalam membangun profesionalitas dalam rangka memberikan semangat, wawasan dan pembekalan menuju kerja dan tugas yang akan dilakukan.

"DPP Partai Golkar memerintahkan kepada seluruh kader-kadernya ya dan juga kepada seluruh kader-kadernya wajib hukumnya mengikuti acara retreat ini. Ya jadi kalau dalam bahasa agama itu wajib hukumnya itu ada konsekuensi-konsekuensi bagi kader-kader Partai Golkar. Kami anggap retreat ini sebagai orientasi kerja kerja," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.