Akurat

Said Abdullah: PDIP Tetap Dukung Pemerintahan Prabowo dengan Kritik Konstruktif

Paskalis Rubedanto | 22 Oktober 2024, 15:44 WIB
Said Abdullah: PDIP Tetap Dukung Pemerintahan Prabowo dengan Kritik Konstruktif

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan tetap mendukung pemerintah, walaupun tidak masuk ke dalam Kabinet Merah Putih, Presiden RI Prabowo Subianto.

"Tidak ada kader di kabinet, tidak berarti PDIP tidak bisa memberikan sumbangsih bagi perjalanan bangsa ke depan dalam 5 tahun ini," kata Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Said menekankan, PDIP akan tetap mendukung pemerintah dengan cara memberi kritik konstruktif kepada pemerintah ke depan.

Baca Juga: PDIP Tak Pernah Memaksa Pertemuan Megawati-Prabowo Segera Terlaksana

"Justru ketika PDI Perjuangan tidak di dalam kabinet kami tetap dukung pemerintahan ini dengan cara kritik konstruktif memberikan pilihan-pilihan alternatif, itu penting," jelasnya.

Namun demikian, kritik tersebut bukan berarti ada kontra narasi yang tidak beralasan. "Oh tidak, tidak, tidak. Kan konstruktifnya tadi. Tapi kan kritis, konstruktif. Kalau hanya, kalau PDI Perjuangan akan bersikap kritis titik, tidak. Kritis kritik konstruktif. PDIP mendukung pemerintah," tegas Said.

Sikap ini menurutnya akan diumumkan pada waktunya oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, membenarkan bahwa tidak ada satupun kader PDIP yang masuk dalam kabinet kerja Presiden RI Prabowo Subianto.

Puan menyampaikan, posisi PDIP ke depan memang ditentukan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Namun, dia memastikan partainya akan mendukung pemerintahan Prabowo dengan baik lewat parlemen.

"Insya Allah posisi PDIP ke depan nantinya tentu saja akan diumumkan oleh ketua umum. Namun, kami akan mendukung pemerintahan Pak Prabowo di parlemen, namun tidak menempatkan kader di kabinet," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.