Akurat Logo

PPP Paling Potensial yang Akan Bergabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Atikah Umiyani | 27 Februari 2024, 15:07 WIB
PPP Paling Potensial yang Akan Bergabung Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi salah satu partai yang berpotensi merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Arifki merespons pernyataan Ketua Bappilu PPP, Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa PPP adalah partai pendukung pemerintah. Bahkan, Sandiaga merasa terhormat jika diajak terlibat dalam pemerintahan ke depan.
 
Arifki mengatakan, kongres PPP bisa menjadi jalan untuk meninggalkan kubu oposisi yang rencananya bakal dibentuk partai dari kubu paslon 01 dan 03. Sebab melalui kongres, PPP akan mengalami pergantian kepemimpinan.
 
 
"Perubahan sikap politik PPP begitu mudah. Jika ketua umumnya berganti, maka jalan PPP untuk meninggalkan kubu oposisi bakal lebih mudah. Cara PPP bergabung dengan pemerintahan sama dengan Golkar. Karena memang partai ini tidak ada pemiliknya," ujar Arifki kepada wartawan, Selasa (27/2/2024).
 
Arifki mengatakan, dialog dengan PPP juga lebih mudah bagi pemerintah dari pada ke PDI Perjuangan, PKB, dan NasDem. Karena tiga partai tersebut dinilai memiliki figur sentral di kelembagaan partai.
 
"Lobi politik ke Surya Paloh, Megawati, dan Cak Imin tentu bakal lebih rumit. Ini tidak hanya negosiasi kursi menteri, tetapi juga bargaining politik sebagai orang yang berpengaruh di partai," ujarnya.
 
 
Menurutnya, negosiasi dengan PPP lebih mudah karena tidak ada tokoh sentral yang berperan secara dominan. Sehingga, peluang perubahan sikap politik partai jauh lebih besar dan lebih mudah.
 
"Untuk masuk ketiga partai tersebut, suka tidak suka harus bernegosiasi dengan orang berpengaruhnya. Ini bakal berbeda dengan PPP, ruangnya masih terbuka dan lebih cepat," sambungnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.