6 Hal yang Harus Disiapkan dalam Menyambut Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Malam Nisfu Sya'ban selesai dilaksanakan pada 24 Februari 2024. Ini menjadi pertanda jika kita semakin dekat dengan datangnya bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya. Pada bulan ini, Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada seluruh umat muslim.
Dengan banyaknya keistimewaan bulan Ramadhan, sebaiknya kita menyambut bulan ini dengan persiapan yang maksimal. Kita harus meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri secara spiritual maupun moral, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Pengertian dan Tata Cara Membayar Fidyah, Keringanan Bagi Mereka yang Tak Sanggup Berpuasa
Berikut ini sikap terpuji para ulama dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang dilansir dari NU Online Lampung di antaranya, yaitu:
1. Menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.
Seolah mereka juga memohon: Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan.
2. Pengetahuan yang dalam
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat ibadah wajib, maka kita wajib memenuhi dan mempelajarinya.
Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fiqih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim, minimal tentang hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa. Pengetahuan yang utuh tentang bulan Ramadhan akan menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak bahkan membatalkan ibadah Ramadhan.
3. Berdoa
Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk berbuat jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdoa agar optimis melalui bulan Ramadhan.
4. Tekad dan perencanaan (planning) yang matang
Orang-orang saleh terdahulu selalu merencanakan mengisi bulan Ramadhan dengan cermat dan optimis. Misalnya berapa kali dia akan mengkhatamkan membaca Al-Quran, berapa kali shalat malam, berapa banyak akan bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali menghadiri pengajian dan membaca buku agama.
Baca Juga: 5 Sejarah Penting pada Malam Nisfu Sya'ban, Pada Umumnya Umat Islam Belum Tahu
5. Persiapan ruh dan jasad
Rasulullah saw dan orang-orang saleh tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikitpun. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya'ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan.
Anas bin Malik ra berkata: ketika kaum muslimin memasuki bulan Sya’ban, mereka sibuk membaca Al-Qur'an dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa.
Dengan mengondisikan diri pada bulan Sya’ban untuk berpuasa, bersedekah dan memperbanyak ibadah, kondisi ruhiyah akan meningkat, dan tubuh akan terlatih berpuasa. Maka ketika memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan.
6. Persiapan materi
Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan finansial atau materi. Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan.
Tapi finansial yang ditujukan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
Itulah hal yang harus disiapkan dalam menyambut bulan Ramadhan. Semoga kita bisa menyiapkan diri secara maksimal dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






