Akurat

Jokowi Bertemu Surya Paloh, PDIP Bilang Begini

Paskalis Rubedanto | 19 Februari 2024, 15:26 WIB
Jokowi Bertemu Surya Paloh, PDIP Bilang Begini

AKURAT.CO Kabar pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menjadi sorotan berbagai pihak.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto tidak terlalu banyak mengomentari tentang pertemuan tersebut. Ia justru mengingatkan tentang tanggung jawab Jokowi sebagai kepala negara dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Surya Paloh Bertemu Jokowi di Istana, TKN: Bisa Mengurangi Ketegangan Antarpendukung

"Kalau kita lihat berdasarkan catatan kritik yang diberikan oleh para pengamat, para tokoh-tokoh pro demokrasi, maka Pak Jokowi sebagai sosok yang seharusnya bertanggungjawab terhadap kualitas demokrasi itu sendiri," kata Hasto kepada wartawan, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Senin (19/2/2024).

"Sehingga ketika di tengah-tengah proses rekapitulasi yang masih berjalan, upaya-upaya yang dipersepsikan menggalang dukungan itu kan sebenarnya justru apa yang terjadi selama ini itu tidak benar, sehingga masih diperlukan suatu langkah-langkah konsolidasi seperti itu," tambahnya.

Menurutnya, jika proses pemilu berjalan dengan baik, maka konsolidasi pasca pemilu seperti yang dilakukan oleh Jokowi dan Surya Paloh tidak terlalu dibutuhkan.

"Kalau semua proses itu berjalan baik, ya tidak perlu dilakukan suatu proses konsolidasi pasca pemilu, karena semuanya berjalan natural sesuai dengan kehendak rakyat," ujarnya.

Kendati demikian, melihat pertemuan tersebut, justru menunjukan tanda tanya yang berarti demokrasi tidak berjalan dengan baik.

"Tetapi ketika proses konsolidasi justru tetap dilakukan, itu menunjukan ada question mark yang kemudian harus dijawab bersama-bersama bahwa demokrasi kita sedang berada dalam masalah besar," tutur Hasto.

Baca Juga: Bertemu Surya Paloh, Jokowi: Pasti Bermanfaat…

Ketika ditanyai apakah PDIP akan ada komunikasi seperti yang dilakukan Surya Paloh dengan Jokowi, Hasto mengingatkan bahwa Pemilu 2024 belum selesai.

"Ya sebenarnya ini pemilu belum selesai, masih proses dilakukan rekapitulasi secara berjenjang, dan kita tidak menutup mata bahwa yang disampaikan di dalam Dirty Vote demokrasi kita itu turun ke titik nadir itu menjadi perhatian kita bersama," ucap Hasto.

"Karena ini menyangkut masalah masa depan kita bagaimana proses demokrasi yang dibangun di bawah intervensi kekuasaan yang luar biasa," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.