Akurat

Pemilu 2024 Disebut Mengulang Masa Orde Baru, Kenapa?

Dwana Muhfaqdilla | 9 Februari 2024, 18:33 WIB
Pemilu 2024 Disebut Mengulang Masa Orde Baru, Kenapa?

AKURAT.CO Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pada Pemilu 2024 menjadi sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari wartawan senior sekaligus perintis Komunitas Utan Kayu (KUK), Goenawan Mohamad.

Menurutnya, saat ini seolah-olah masa Presiden Soeharto atau orde baru kembali lagi terjadi di Indonesia.

'Sekarang yang terjadi memang seolah orde baru kembali, karena memang selera orang-orang yang berkuasa itu begitu," katanya di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Pemilu 2024, PDIP-Gerindra Adu Kuat

Pada masa orde baru, Jokowi bukan lah orang yang terlibat dalam perombakan politik reformasi dan tidak pernah aktif pada bidang tersebut. Saat itu, Jokowi adalah pengusaha furniture yang sukses di Solo, bukan seseorang yang terlibat di politik reformasi.

"Nah jadi dia menikmati reformasi, tapi saya kira (dia) tidak mengerti untuk apa reformasi. Jadi kalau sekarang dia melanggar ya karena dia tidak tahu bahwa itu melanggar," jelasnya.

Goenawan menyayangkan cita-cita untuk melihat Indonesia yang lebih baik dan tidak lagi mengulangi trauma masa lalu, terhambat bahkan gagal.

"Dengan adanya kelakuan presiden yang seperti sekarang ini kan, nepotisme dikembalikan, korupsi tentu saja terjadi, juga ancaman pada kebebasan. Meskipun saya percaya itu tidak akan mampu menghilangkan kemerdekaan kita sama sekali karena kita akan melawan," tuturnya.

Menurutnya, saat ini mirip dengan era Soeharto di mana pemilu diorkestrasi. "Jadi nanti Pilpres ini kalau Prabowo menang, itu saya sih sudah tahu ya enggak bisa tidak yang lain kan lawan Jenderal dan presiden sekaligus," tuturnya.

Baca Juga: KPK Wanti-wanti Potensi Korupsi di Balik Masifnya Penyaluran Bansos Jelang Pemilu 2024

Setelah itu, saat ini rakyat menghadapi kezaliman yang terstruktur dan masif. Seperti pelanggaran yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diketahui, Komunitas Utan Kayu telah mengeluarkan maklumat untuk mendesak Presiden Jokowi tinggalkan Istana secara terhormat.

Hal ini dikarenakan, komunitas ini menilai Jokowi melakukan manipulasi lembaga-lembaga negara, anggaran negara dan sumber daya pemerintahan. Serta bersekongkol dengan oligarki demi kepentingan politik keturunannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.