Akurat

Dapat Tumpeng Pertama di HUT PDIP, Ma’ruf Amin Pose Tiga Jari, Fix Nih Babeh?

Paskalis Rubedanto | 10 Januari 2024, 14:44 WIB
Dapat Tumpeng Pertama di HUT PDIP, Ma’ruf Amin Pose Tiga Jari, Fix Nih Babeh?

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Kiai Haji Ma’ruf Amin, menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) PDIP yang ke-51. Ma’ruf diketahui hadir sebagai representasi dari pemerintah, karena Presiden Joko Widodo berhalangan hadir.

Baca Juga: PDIP Genap 51 Tahun, Megawati: Bukan Karena Elit, Presiden, dan Menteri

Ma’ruf tiba di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tepat sebelum acara dimulai, dan disambut langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan jajaran.

“Yang terhormat Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Profesor Doktor KH Ma'ruf Amin, yang bersedia hadir,” kata Megawati sambil tertawa kecil, menyambut Ma’ruf, di Gedung Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga: Ma'ruf Amin Wakili Pemerintah Hadiri HUT PDIP

Setelah acara dimulai dan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan, para tamu undangan dipersilahkan menaiki panggung untuk memotong tumpeng.

Dalam kesempatan itu, biasanya memang yang diberi tumpeng adalah Jokowi, karena tidak hadir, Megawati memberikan potongan tumpeng pertama kepada Ma’ruf Amin.

Usai memotong tumpeng, para tamu undangan tersebut pun dipersilakan untuk berfoto. Dalam kesempatan itulah, Ma’ruf ikut berfoto dengan bergaya pose tiga jari ala banteng dan ala pasangan Ganjar-Mahfud.

Seperti diketahui, PDIP berulang tahun ke-51 dengan tema Satyameva Jayate, yang berarti kebenaran pasti menang. Acara tersebut juga dilaksanakan sederhana secara hybrid dan dihadiri sejumlah kader, serta berbarengan dengan acara di tingkat RT/RW di seluruh Indonesia.

Ma’ruf Amin sebelumnya menyampaikan, akan hadir sebagai tamu undangan mewakili pemerintahan menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berhalangan karena ada agenda lawatan ke luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.