Akurat Logo

Sebelum Kritik Prabowo, TKN Minta Hasto dan Ganjar Belajar Soal Struktur APBN

Atikah Umiyani | 3 Januari 2024, 11:09 WIB
Sebelum Kritik Prabowo, TKN Minta Hasto dan Ganjar Belajar Soal Struktur APBN

AKURAT.CO Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menyentil balik Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Nusron meminta Hasto dan Ganjar untuk belajar lebih dulu tentang struktur APBN sebelum mengkritik Prabowo Subianto soal belanja alutsista Kementerian Pertahanan. 
 
Diketahui, Hasto mengkritik karena belanja alutsista pertahanan telah menambah utang luar negeri hingga Rp386 triliun. Sementara Ganjar menyindir Prabowo soal belanja alutsista bekas.
 
 
"Ini mohon maaf pak Hasto dan pak Ganjar harus belajar dulu tentang struktur APBN," kata Nusron kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/1/2023).
 
Nusron kemudian menjelaskan sejumlah komponen yang ada di dalam APBN agar Hasto dsn Ganjar bisa mengerti.
 
"Dalam struktur APBN itu ada tiga komponen, komponen pertama adalah penerimaan negara, komponen kedua adalah pengeluaran alias belanja negara, komponen ketiga adalah pembiayaan," sambungnya.
 
Nusron juga menilai tidak tepat jika langkah Prabowo dalam belanja alutsista itu dianggap menjadi beban karena menambah utang negara. Sebab, pihak yang punya wewenang untuk mengatur anggaran belanja kementerian bukanlah Prabowo.
 
 
Melainkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah. Sehingga, tudingan dan kritikan Hasto soal utang negara itu semestinya disampaikan kepada pihak yang memiliki wewenang untuk mengatur anggaran.
 
"Soal postur belanja alutsista itu dimasukkan ke dalam penerimaan, belanja atau pembiayaan itu murni kewenangan ibu Menkeu bersama dengan ketua banggar," ujarnya.
 
Nusron pun berpesan kepada Hasto untuk menempatkan kritik dan pertanyaannya dengan benar, tidak salah alamat.
 
"Yang ketua banggarnya itu adalah bapak Said Abdullah dari PDIP mas. Jadi tanyakan ke pak Said Abdullah kenapa kok strukturnya ditaruh disini, disitu. Lagi-lagi sampaikan salam saya, kalau tanya jangan salah alamat," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.