TKN Prabowo-Gibran Tegaskan Tidak Ada Pengalihan Dana Bansos dan Pendidikan untuk Program Makan Siang Gratis

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran membantah isu terkait rencana pengalihan anggaran bantuan soial, pendidikan dan kesehatan ke Program Makan Siang dan Susu Gratis serta Gizi untuk Ibu Hamil dalam kampanye pasangan nomor urut 02.
"Saat ini sedang dikembangkan isu seolah-olah Prabowo-Gibran akan mengalihkan anggaran dari bansos, dana pendidikan dan dana kesehatan ke Program Makan Siang Gratis. Saya tegaskan, itu tidak benar," kata Ketua Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono,
Dia mengatakan bahwa semua kebijakan pemerintahan sebelumnya yang bermanfaat bagi masyarakat akan dilanjutkan oleh pasangan Prabowo-Gibran.
"Komitmen Prabowo-Gibran sebagai satu-satunya paslon yang mengusung keberlanjutan pembangunan sangat jelas. Semua kebijakan pemerintah yang sudah ada dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat seperti KIP, KIS, Bansos, PKH akan kita lanjutkan. Bahkan ke depannya ditambah lagi dengan Program Makan Siang Gratis," jelasnya dalam keterangan yang diterima Senin (4/12/2023).
Baca Juga: Hasrat Siapkan 5 Strategi Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran
Untuk sumber anggaran dari program andalan pasangan nomor urut 02 itu, Budi menjelaskan bahwa akan ada penambahan untuk program baru tersebut secara bertahap, sehingga bisa dipastikan semua program berjalan tanpa adanya pengalihan anggaran.
"Jika Pak Prabowo terpilih pada 2024 tidak serta merta akan ada penganggaran yang besar pada tahun 2025. Semua akan dilakukan secara bertahap. Ada skala prioritas. Dalam hitungan kami, target 82,9 juta penerima manfaat program ini baru bisa tercapai pada 2029. Jadi kita punya waktu untuk menyiapkan anggarannya, baik dari efisiensi, peningkatan penerimaan anggaran ataupun sumber lainnya. Tapi saya tekankan tak ada pengalihan dari BPJS, KIP, KIS, itu tidak benar," paparnya.
Makan Siang dan Susu Gratis serta Gizi untuk Ibu Hamil adalah salah satu program andalan dari Prabowo-Gibran yang akan memberikan dampak besar kepada masyarakat.
"Program Makan Siang dan Susu Gratis ini saja misalnya, kekhawatiran emak-emak tentang konsumsi makan siang yang bergizi anak saat sekolah akan terbantu. Anak-anak juga bisa belajar tenang dengan perut yang kenyang. Perputaran ekonomi rakyat juga langsung meningkat karena rantai pasok program ini berasal dari UMKM-UMKM setempat," terangnya.
Baca Juga: Zulhas: PAN Tancap Gas Dukung Prabowo-Gibran
"Sementara gizi untuk ibu hamil dan anak berumur di bawah seribu hari akan meringankan beban dan kekhawatiran para ibu terhadap kecukupan gizi anak yang mereka cintai. Ini baru manfaat langsung, sementara manfaat jangka panjangnya akan lebih banyak lagi," Budi melanjutkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








