Akurat Logo

Pakar UI: Debat Capres-Cawapres Harus Ada Pertengkaran Pikiran

Paskalis Rubedanto | 29 November 2023, 09:45 WIB
Pakar UI: Debat Capres-Cawapres Harus Ada Pertengkaran Pikiran

AKURAT.CO - Debat capres cawapres tinggal hitungan hari, Pakar Politik dari Universitas Indonesia (UI), Doni Gahral mengatakan debat yang berkualitas adalah sebuah perdebatan dan ingin ada bertengkar secara gagasan. 

Hal itu ia sampaikan saat diundang menjadi narasumber dalam konferensi pers Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud (TPN GM), di Menteng, Jakarta, Selasa (28/11/2023).

"Yakni bersilat lidah di ruang publik tanpa terjadi gesekan sosial. Karena jutaan pemilih punya loyalitas, militansi dan rasa memiliki yang kuat terhadap yang dipilih nya," kata Doni.

Baca Juga: Begini Penjelasan TKN Soal Tuduhan Prabowo-Gibran Hindari Debat

Jadi Doni mengingatkan agar para pemangku kepentingan dalam pemilu di sini harus benar-benar menjaga agar pemilu menjadi pesta demokrasi dan bukan malapetaka demokrasi.

"Debat yang bagus adalah harus ada pertengkaran pikiran. Kalau cuman paparan kampanye maka itu bukan debat. Harus ada gesekan pikiran. Kandidat itu harus ditanya pikiran terjauhnya tentang negara," ungkap Doni.

Menurut Doni, rakyat ingin menyaksikan perdebatan di acara debat dan bukan malah berkampanye.

Selain ada pertengkaran pemikiran, calon juga harus detail menjawab pertanyaan.

Sebab kalau sekadar memaparkan visi misi itu maka itu terlalu umum. Jadi seharusnya didetailkan ke praktis.

Baca Juga: Bawaslu Dorong BEM UI Koordinasi Soal Debat Bakal Capres

"Kandidat harus menguasai apa yang jadi bahan perdebatan itu. Kalau soal yang ditanyakan itu tidak bisa dijawab kandidat maka sebaiknya jangan ikut debat capres tapi suruh saja staf ahlinya yang berdebat," ucap dia.

Lebih lanjut, Doni juga menilai dalam debat nanti ketiga paslon tidak boleh menyerang pribadi, jika itu terjadi maka penonton pasti tidak akan lama menonton sesi debat tersebut.

"Jangan menyerang person. Sebab yang harus dipertengkarkan adalah gagasan. Kalau ada kandidat yang menyerang person maka pasti akan ditinggalkan pemirsa yang nonton perdebatan," pungkas Doni.***

 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.