Waspada, Pemilu 2024 Dicampuri Asing

AKURAT.CO Pemilu 2024 harus diwaspadai dari kepentingan asing. Gelagatnya sudah terlihat dari keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing yang aktif menggalang LSM-LSM lokal untuk mengampanyekan kepentingan.
Anggota DPR, Mukhamad Misbakhun menyebutkan, LSM asing tersebut International Republican Institute (IRI) yang berbasis di AS, dan didanai oleh Gedung Putih. IRI juga menerima hibah utama dari National Endownment for Democracy (NED) yang didukung oleh Central Inteligence Agency (CIA).
"Gerakan ini adalah alarm tentang campur tangan asing dalam agenda nasional Indonesia yang harus ditentang," kata politisi Golkar, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/9/2023).
Baca Juga: DPR Curigai IRI Jadi Alat AS Recoki Pemilu RI
Misbakhun mengungkapkan bahwa IRI telah berkolaborasi dengan LSM lokal dan membimbing pemimpin muda serta tokoh partai untuk memastikan kepentingan AS dalam Pemilu 2024.
"Bahkan, IRI juga telah mengadakan pelatihan untuk mendukung protes terhadap undang-undang dan peraturan yang dianggap melanggar hak asasi manusia dan hak sipil," kata dia.
Hal senada disampaikan Guru Besar Hukum International Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. Pengamat hukum internasional menilai, pemerintah perlu memproteksi agenda nasional dari anasir-anasir asing.
Baca Juga: Anggaran KPU Untuk Pemilu 2024 Rp28 Triliun, Bawaslu Rp11 Triliun
Pemilu 2024, kata Hikmahanto, merupakan momen penting bagi bangsa dan negara memastikan masa depan. Dirinya mengajak masyarakat untuk aktif dan kritis terhadap upaya-upaya intervensi.
"Masyarakat Indonesia harus bersikap waspada dan kritis terhadap segala bentuk upaya intervensi asing di Pemilu serentak 2024," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









