Akurat Logo

Aktif Saat Kita Tidur: Inilah Deretan Hewan Nokturnal di Indonesia

Redaksi Akurat | 6 Oktober 2026, 12:38 WIB
Aktif Saat Kita Tidur: Inilah Deretan Hewan Nokturnal di Indonesia
Kelelawar

AKURAT.CO Ketika malam perlahan mengambil alih dan hiruk pikuk manusia mereda, ada dunia lain yang justru mulai hidup. Gelap yang tampak sunyi bagi kita sebenarnya adalah waktu tersibuk bagi banyak satwa liar Indonesia. Mereka keluar dari persembunyian, mulai mencari makan, berburu, hingga menjaga wilayahnya. Inilah hewan-hewan nokturnal makhluk yang menjadikan malam sebagai jam aktif utamanya. Pilihan ritme hidup ini bukan kebetulan.

Bagi mereka, suasana sejuk, minim gangguan, dan lebih sedikit predator membuat malam menjadi waktu yang ideal. Tak heran Indonesia, dengan kekayaan hayatinya, menjadi rumah bagi begitu banyak penghuni malam.

Baca Juga: Beyond the Cage Serukan Perlindungan Hewan, Kesehatan Konsumen, dan Tanggung Jawab Korporasi

Apa Itu Hewan Nokturnal?

Hewan nokturnal adalah hewan yang melakukan sebagian besar aktivitasnya, seperti bergerak, mencari makan, hingga berkembang biak pada malam hari. Pola hidup ini didukung oleh berbagai adaptasi fisik dan sensorik. Misalnya, mata yang lebih besar untuk menangkap cahaya minim, pendengaran tajam, hingga kemampuan mengenali bau dengan lebih sensitif. Kombinasi kemampuan ini membuat mereka tetap dapat “melihat” lingkungannya meskipun tidak ada cahaya matahari.

Tidak hanya mamalia, kelompok nokturnal juga mencakup burung, reptil, amfibi, dan serangga. Masing-masing telah berevolusi dengan caranya sendiri sehingga mampu menguasai dunia malam dengan sangat efektif.

Mengapa Banyak Satwa Indonesia Memilih Waktu Malam?

Sebagai negara tropis, suhu siang hari di banyak wilayah Indonesia terbilang tinggi. Kondisi ini mendorong beberapa hewan untuk mengurangi aktivitas di bawah terik matahari. Malam memberi suhu yang lebih sejuk sehingga energi tubuh dapat digunakan dengan lebih efisien.

Selain itu, malam juga menawarkan perlindungan. Banyak predator besar yang berburu saat siang, sehingga hewan kecil lebih aman keluar ketika gelap. Kondisi cahaya minim juga membantu mereka berburu mangsa yang cenderung tidak waspada. Di alam, kesempatan bertahan hidup sering ditentukan oleh waktu, dan malam hari menjadi strategi adaptif bagi banyak spesies.

Deretan Hewan Nokturnal Indonesia yang Menarik Diketahui

Indonesia memiliki ratusan hewan nokturnal, namun beberapa di antaranya cukup menonjol karena ciri atau perilakunya yang unik. Berikut beberapa contoh yang paling dikenal:

1. Tarsius

Tarsius adalah primata kecil yang ditemukan di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Hewan ini memiliki mata yang sangat besar dibanding ukuran tubuhnya, membuatnya mampu mendeteksi gerakan kecil pada kondisi gelap. Tarsius terkenal sebagai pemburu serangga yang lincah dan dapat melompat jauh antar cabang pohon. Kehadirannya menjadi indikator baik bagi kesehatan hutan.

2. Kukang (Slow Loris)

Kukang sering dikenal melalui penampilannya yang menggemaskan, namun ia sebenarnya adalah hewan liar yang aktif pada malam hari. Gerakannya lambat, tetapi penciumannya sangat kuat. Sayangnya, kukang menjadi salah satu satwa yang rentan diperdagangkan sebagai hewan peliharaan, padahal ia termasuk satwa dilindungi dan memiliki bisa pada kelenjar lengannya.

3. Kucing Kuwuk (Leopard Cat)

Kucing kuwuk adalah kucing liar berukuran kecil yang bisa dijumpai di Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Jawa. Pola berburu utamanya adalah saat malam, terutama memburu tikus, burung kecil, dan reptil. Meski sekilas mirip kucing domestik, spesies ini memiliki naluri liar yang kuat dan peran penting dalam mengendalikan populasi hewan pengerat di alam.

4. Musang Luwak

Musang luwak termasuk hewan yang sangat fleksibel dalam memilih habitat. Ia dapat hidup di hutan, perkebunan, hingga pemukiman manusia. Pada malam hari, musang aktif mencari makanan seperti buah, serangga, bahkan hewan kecil. Musang juga berperan sebagai penyebar biji tanaman yang efektif.

5. Kelelawar

Kelelawar adalah kelompok nokturnal terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Ada kelelawar pemakan buah dan pemakan serangga. Untuk bernavigasi dalam gelap, sebagian kelelawar menggunakan ekolokasi, yaitu kemampuan memantulkan suara untuk mengetahui posisi benda di sekitar. Perannya dalam penyerbukan dan penyebaran biji sangat penting bagi regenerasi banyak jenis pohon.

6. Burung Hantu

Burung hantu adalah salah satu simbol hewan malam. Dengan wajah menyerupai “cakram” yang berfungsi menangkap suara, burung hantu mampu mendengar dengan sangat presisi. Ketika malam tiba, burung ini aktif memburu tikus dan hewan kecil lainnya, sehingga keberadaannya sangat membantu ekologis di lingkungan pertanian.

7. Tenggiling

Tenggiling adalah mamalia bersisik yang semakin langka. Ia aktif mencari sarang semut dan rayap pada malam hari. Cakar kuat dan lidah panjangnya memungkinkan tenggiling mengambil serangga dari celah kecil di kayu. Ancaman utama bagi hewan ini adalah perburuan ilegal dan kehilangan habitat.

Baca Juga: 17 Hewan Paling Setia Di Dunia, Ternyata Burung Hantu Salah Satunya

Mengapa Kita Perlu Peduli?

Keberadaan hewan nokturnal mungkin jarang kita saksikan secara langsung, namun perannya dalam ekosistem sangat besar. Mereka menjaga keseimbangan rantai makanan, menjadi penyerbuk, penyebar biji, dan pengendali hama alami. Bila populasi mereka menurun, keseimbangan lingkungan akan ikut terganggu.

Melalui perlindungan habitat, pengendalian perburuan ilegal, serta edukasi masyarakat, spesies nokturnal Indonesia memiliki kesempatan untuk tetap bertahan di tengah perubahan lingkungan yang pesat.

Nia Ayunia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R