Apa Saja Tanda Gunung Akan Meletus?

apiAKURAT.CO Gunung berapi dapat menunjukkan sejumlah perubahan sebelum terjadi erupsi. Mengenali tanda gunung akan meletus penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung berapi agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.
Tanda-tanda tersebut dapat terlihat dari perubahan aktivitas gunung, kondisi lingkungan, hingga munculnya fenomena tertentu. Namun, tidak semua tanda berarti gunung pasti segera meletus sehingga informasi dari lembaga resmi tetap menjadi acuan utama.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus Hari Ini, Potensi Erupsi dalam Waktu Dekat Masih Tinggi
Tanda Gunung Akan Meletus yang Perlu Diwaspadai
1. Frekuensi gempa vulkanik meningkat
Salah satu tanda yang dapat muncul adalah meningkatnya aktivitas gempa vulkanik. Gempa ini terjadi akibat pergerakan magma atau tekanan di dalam gunung.
Jika frekuensi dan kekuatan gempa terus meningkat, status aktivitas gunung dapat berubah dan masyarakat biasanya diminta meningkatkan kewaspadaan.
2. Suhu di sekitar kawah meningkat
Peningkatan suhu di sekitar kawah dapat terjadi ketika aktivitas magma di dalam gunung meningkat. Kondisi ini biasanya dipantau menggunakan berbagai instrumen oleh petugas pemantauan gunung api.
3. Asap kawah semakin tebal atau tinggi
Perubahan warna, ketebalan, dan ketinggian asap kawah juga dapat menjadi salah satu indikator aktivitas vulkanik. Perubahan tersebut perlu diperhatikan terutama jika terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lainnya.
4. Muncul suara gemuruh atau dentuman
Aktivitas gunung berapi terkadang disertai suara gemuruh, dentuman, atau getaran. Jika fenomena ini semakin sering terjadi, masyarakat perlu mengikuti informasi dari pihak berwenang.
5. Hewan turun dari kawasan gunung
Perubahan kondisi lingkungan akibat aktivitas vulkanik dapat membuat sebagian hewan berpindah dari habitatnya. Meski demikian, perilaku hewan bukan indikator utama untuk menentukan gunung akan meletus sehingga tetap diperlukan pemantauan resmi.
6. Mata air atau sumber air mengalami perubahan
Aktivitas vulkanik dapat menyebabkan perubahan suhu, warna, bau, maupun debit air pada sejumlah sumber air di sekitar gunung.
Baca Juga: 6 Gunung Api Erupsi Hampir Bersamaan, Pakar UGM Bongkar Faktanya
Apa yang Harus Dilakukan Saat Aktivitas Gunung Meningkat?
Masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan tanda-tanda alam. Pantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah, terutama mengenai perubahan status gunung dan rekomendasi wilayah yang harus dikosongkan.
Jika ada perintah evakuasi, segera tinggalkan kawasan sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan dan jangan kembali sebelum dinyatakan aman.
Dalam mengenali tanda gunung akan meletus dapat membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Meski begitu, masyarakat sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu tanda dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas pemantauan gunung api.
Reiviena Bellia Agitha (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








