Apa Satwa Terlangka Nomor 1 di Dunia?
AKURAT.CO Faktor yang membuat hewan menjadi langka tidak hanya berasal dari alam, seperti penyakit, bencana, atau perubahan iklim, tetapi juga akibat ulah manusia.
Perusakan habitat, perburuan liar, perdagangan ilegal, hingga polusi menjadi penyebab utama kepunahan berbagai spesies. Manusia, secara tidak langsung, ikut mempercepat siklus kepunahan tersebut.
Kerusakan dan hilangnya habitat membuat banyak satwa kini terancam punah. Sebagian bahkan sudah tidak lagi dapat ditemukan di alam liar.
Baca Juga: Keluar Masuk Hutan Demi Satwa Langka
Maka, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja satwa liar yang keberadaannya semakin terancam, berikut daftranya dan habitatnya:
1. Saola (Pseudoryx nghetinhensis)
Dijuluki sebagai “unicorn Asia,” Saola adalah antelop langka yang baru ditemukan pada 1992 di Laos dan Vietnam. Hewan pemalu ini memiliki tanduk panjang lurus dan tubuh ramping.
Saola mendiami hutan pegunungan yang lebat di perbatasan Laos dan Vietnam. Wilayah ini jauh dari pemukiman manusia, dengan lembah curam dan aliran sungai yang jernih. Namun, aktivitas perburuan dan pembukaan hutan membuat keberadaannya semakin sulit terdeteksi.
2. Kakapo (Strigops habroptilus)
Burung beo besar asal Selandia Baru ini aktif di malam hari dan uniknya tidak bisa terbang. Jumlahnya kini hanya ratusan ekor setelah program konservasi intensif.
Kakapo hidup di pulau-pulau kecil lepas pantai Selandia Baru yang dijadikan kawasan lindung. Hutan-hutan rapat dengan pepohonan tua dan semak rimbun menjadi tempat ideal bagi burung nokturnal ini untuk bersembunyi dari predator.
3. Aye-aye (Daubentonia madagascariensis)
Primata nokturnal ini berasal dari Madagaskar. Dengan jari tengah yang panjang, aye-aye mengetuk batang kayu untuk mencari serangga di dalamnya. Penampilannya yang dianggap aneh sering membuatnya diburu masyarakat lokal.
Aye-aye menghuni hutan hujan tropis di Madagaskar bagian timur. Mereka juga kerap ditemukan di hutan sekunder yang dekat dengan pemukiman. Sayangnya, alih fungsi lahan pertanian membuat ruang hidupnya semakin menyempit.
4. Okapi (Okapia johnstoni)
Sekilas terlihat seperti perpaduan antara jerapah dan zebra, okapi adalah satwa endemik Kongo. Sifatnya yang pemalu membuatnya jarang terlihat, sehingga dijuluki “hantu hutan”.
Okapi hanya ditemukan di hutan hujan tropis Republik Demokratik Kongo. Kanopi pohon yang rapat dan lembap menjadi tempat perlindungan alami mereka, namun perambahan hutan untuk pertambangan dan kayu mengancam keberadaannya.
Baca Juga: Sinopsis Film Primal di Bioskop Trans TV, Aksi Nicolas Cage Jadi Pemburu Satwa Langka
5. Axolotl (Ambystoma mexicanum)
Dikenal dengan julukan “ikan berjalan”, salamander dari Meksiko ini mampu meregenerasi anggota tubuhnya. Keunikan biologisnya menjadikan axolotl banyak dipelajari di laboratorium.
Dahulu axolotl banyak ditemukan di Danau Xochimilco dan Chalco, Meksiko. Kini, akibat urbanisasi dan polusi air, satwa ini hanya tersisa di kanal-kanal sempit Xochimilco yang dikelilingi kota besar.
Bunga Adinda (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






