Cara Manusia Purba Menemukan Api dan Kapan Mulai Menggunakannya

AKURAT.CO Manusia purba memiliki peran penting dalam sejarah evolusi manusia, salah satunya melalui penemuan api.
Api bukan hanya sumber cahaya atau kehangatan, tapi juga fondasi bagi perkembangan budaya, teknologi, dan sosial. Namun, bagaimana cara manusia purba menemukan api dan kapan mulai menggunakan api? Berikut penjelasannya!
Baca Juga: Bagaimana Cara Manusia Purba Berburu dan Mengumpulkan Makanan di Zaman Lampau? Berikut Penjelasannya
Kapan Manusia Mulai Menggunakan Api?
Tidak ada jawaban yang pasti mengenai hal ini, akan tetapi berdasarkan temuan-temuan dari para arkeolog api sudah ditemukan sekitar 400 ribu-1 juta tahun yang lalu. Berikut beberapa temuan arkeolog:
Jejak penggunaan api yang paling banyak muncul adalah jejak yang berumur 400 ribu tahun. Ditemukan di wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia.
Di salah satu situs yang terletak di Palestina terdapat beberapa temuan, yaitu batu api, perapian, serta potongan kayu yang hangus. Diperkirakan temuan itu berusia 800 ribu tahun
Kemudian, di Gua Wonderwerk, Afrika Selatan ditemukan bukti penggunaan api yaitu sisa-sisa tulang dan tanaman yang terbakar dalam tungku perapian. Diperkirakan temuan itu berusia 1 juta tahun
Baca Juga: Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Siapkan SDM Hadapi Disrupsi AI
Bagaimana Manusia Purba Menemukan Api
Manusia purba telah mengenal api melalui proses gejala alam, seperti petir dan letusan gunung api. Mereka menyaksikan api dari alam dulu sebelum dapat membuat sendiri.
Setelah itu, manusia mengetahui cara membuat api dari bahan-bahan alam, cara pertama yaitu dengan batu yang digesek satu sama lain. Buktinya, di situs Paleolitik Atas di Eropa, alat untuk membuat api telah ditemukan.
Dan yang menjadi penggunanya adalah manusia purba Neanderthal karena saat itu mereka menduduki Eurasia. Bagi peneliti, manusia purba Neanderthal cukup pandai untuk menggunakan metode ini.
Cara yang lain untuk menciptakan api yaitu dengan menggunakan dua jenis kayu yang berbeda. Kayu akan diruncingkan supaya sesuai dengan potongan papan kayu yang lunak dan datar untuk menghasilkan bara api.
Metode ini diperkirakan digunakan oleh Homo sapiens karena sebagian besar mereka adalah kelompok pemburu. Namun tidak ada banyak catatan tentang alat ini.
Akhirnya, manusia mulai memanfaatkan api untuk memasak, menghangatkan tubuh, menjadi penerangan saat malam hari, perlindungan dari binatang buas atau serangga, dan lain-lain.
Penemuan api oleh manusia purba tidak terjadi dalam satu titik waktu yang pasti, tetapi bersifat bertahap, mulai dari mengamati api alam, kemudian menciptakan api sendiri lewat teknik seperti gesekan dan benturan batu, ditandai dengan penggunaan untuk memasak, menghangatkan, penerangan, dan perlindungan.
Secara umum, estimasi waktu manusia purba mulai menggunakan api berada di kisaran sekitar 1 juta tahun lalu, meskipun bukti paling kuat muncul di periode sekitar 800 ribu sampai 400 ribu tahun lalu.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun






