1.300 Dokter Gagal Uji Kompetensi, DPR Minta Fakultas Kedokteran Evaluasi Kurikulum dan Pengajar

AKURAT.CO Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, meminta, fakultas kedokteran melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum dan kualitas tenaga pengajar menyusul tingginya angka kegagalan dokter dalam uji kompetensi.
Menurut Lucy, sekitar 1.300 dokter yang tidak lulus uji kompetensi menjadi sinyal perlunya pembenahan sistem pendidikan kedokteran.
Hasil uji kompetensi, kata dia, juga harus menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran.
“Kalau kurikulum tidak sesuai dengan muatan ujian kompetensi, maka seharusnya kurikulum yang ada disesuaikan dengan materi uji kompetensi,” kata Lucy dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai evaluasi tidak hanya menyasar kurikulum, tetapi juga metode pengajaran dan kompetensi dosen.
Menurutnya, kurikulum yang baik tidak akan efektif apabila tidak didukung tenaga pengajar yang mampu menyampaikan materi sesuai standar yang ditetapkan.
“Petinggi fakultas kedokteran mau tidak mau harus meningkatkan kompetensi pengajarnya agar dapat memenuhi target yang diinginkan kurikulum,” ujarnya.
Lucy juga menyoroti kemungkinan adanya persoalan pada proses seleksi mahasiswa kedokteran.
Maraknya pembukaan fakultas kedokteran, menurut dia, berpotensi membuat standar penerimaan mahasiswa menjadi kurang ketat.
Baca Juga: Kasus Bocah Autis Diduga Disetrum di RPTRA Senen, Dua Remaja Jadi Tersangka
“Dengan mudahnya membuka fakultas kedokteran, bisa jadi standar calon mahasiswa semakin tidak ketat. Akibatnya, mahasiswa yang diterima bukan lagi karena faktor kemampuan, tetapi karena faktor lain yang tidak berkaitan dengan akademik,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut Lucy, dapat berdampak pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Akibatnya, sebagian dokter kesulitan memenuhi standar yang ditetapkan dalam uji kompetensi.
“Akibatnya mereka sulit mengikuti uji kompetensi yang standarnya lebih tinggi dibanding standar kelulusan di kampusnya,” jelasnya.
Karena itu, Lucy meminta seluruh fakultas kedokteran segera mengidentifikasi akar persoalan agar angka kegagalan dokter dalam uji kompetensi dapat ditekan.
“Fakultas kedokteran harus mencari penyebab utamanya agar dokter yang gagal uji kompetensi dapat diminimalkan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon










