Kenapa Matahari Tampak Merah Saat Terbit? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Pernah memperhatikan warna matahari yang tampak kemerahan atau jingga saat terbit di pagi hari?
Fenomena ini sering dianggap indah dan romantis, tetapi sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan atmosfer bumi dan cara cahaya matahari bergerak.
Lalu, kenapa matahari tampak merah saat terbit? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Bukan Tanda Kiamat, Ini Penjelasan BMKG soal Matahari Terbit di Utara
Apa yang Terjadi Saat Matahari Terbit?
Saat matahari terbit, posisinya masih sangat rendah di cakrawala sehingga cahayanya menempuh jarak jauh melalui lapisan atmosfer bumi yang lebih tebal.
Proses ini memengaruhi warna cahaya matahari yang kita lihat dari permukaan bumi.
Penyebab Matahari Tampak Merah Saat Terbit
Beberapa faktor penyebab matahari tampak merah saat terbit, yaitu:
1. Hamburan Cahaya di Atmosfer (Rayleigh Scattering)
Cahaya matahari mengandung spektrum warna dari ungu hingga merah, tapi saat melewati atmosfer, warna panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu tersebar ke segala arah oleh molekul udara.
Akibatnya, warna biru hilang dari pandangan langsung, sementara merah dan jingga dengan gelombang panjang tetap dominan.
2. Jalur Cahaya Lebih Panjang
Posisi matahari rendah di horizon membuat cahayanya menempuh atmosfer lebih jauh daripada saat siang hari. Semakin panjang jalur, semakin banyak cahaya biru tersebar, sehingga merah-oranye yang tersisa tampak kuat di mata kita.
3. Pengaruh Debu, Asap, dan Polusi
Partikel debu, asap, uap air, atau polusi di udara dapat memperkuat efek warna merah. Partikel-partikel ini membantu menyaring cahaya biru dan hijau, sehingga cahaya merah makin dominan.
Karena itu, di daerah berpolusi atau setelah kebakaran hutan, warna matahari saat terbit bisa terlihat lebih merah pekat.
Baca Juga: Unggah Foto Matahari Terbit, Ani Yudhoyono: Ia Selalu Membawa Harapan Baru Bagiku, Bagi Kita Semua
Kondisi Cuaca dan Kelembapan Udara
Kelembapan tinggi dan awan tipis di pagi hari juga dapat memantulkan dan membiaskan cahaya matahari, menghasilkan warna merah, jingga, atau keemasan yang lebih jelas.
Apakah Matahari Merah Saat Terbit Berbahaya?
Fenomena matahari merah saat terbit adalah proses alamiah akibat hamburan cahaya di atmosfer dan tidak berbahaya bagi kesehatan.
Warna merah justru menandakan intensitas UV lebih rendah dibanding siang hari, membuatnya lebih aman untuk diamati sekilas.
Namun, hindari tatapan langsung berkepanjangan ke matahari meski tampak redup, karena sinar inframerah dan UV tetap bisa merusak retina secara bertahap.
Gunakan kacamata khusus atau nikmati pemandangan dari pantulan air atau cahaya untuk keamanan mata kita.
Vidhia Ramadhanti (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








