Akurat

Terjebak di Posisi Generasi Sandwich? Ini Dampak dan Solusi Menghadapinya

Eko Krisyanto | 1 Februari 2026, 09:45 WIB
Terjebak di Posisi Generasi Sandwich? Ini Dampak dan Solusi Menghadapinya

AKURAT.CO Generasi sandwich merupakan fenomena sosial yang umum terjadi di era modern, di mana seseorang harus mengurus dan membiayai dua generasi sekaligus sambil tetap bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Posisi generasi sandwich sering membuat individu merasa "terjepit" secara finansial maupun emosional karena beban tanggung jawab yang besar, memengaruhi kesehatan mental, waktu, hingga perencanaan masa depan mereka.

Generasi sandwich adalah istilah untuk menggambarkan situasi di mana seseorang berada di posisi menghidupi dua generasi sekaligus dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

Dorothy A. Miller memperkenalkan istilah ini pada 1981 untuk menggambarkan fenomena sosial di mana tanggung jawab perawatan dan dukungan keuangan dibebankan pada satu individu atau pasangan dewasa.

Penyebab Generasi Sandwich

Kesulitan finansial keluarga yang membuat orang tua bergantung pada anaknya.
Minimnya literasi keuangan sehingga perencanaan pensiun dan dana darurat kurang terkelola.

Gaya hidup konsumtif yang menyulitkan persiapan keuangan jangka panjang.
Pola pikir tradisional bahwa anak harus selalu menanggung kebutuhan orang tua sebagai bentuk utang budi.

Ciri-ciri Generasi Sandwich

Pengeluaran keluarga dominan memenuhi kebutuhan orang tua dan anak sehingga sulit menyisihkan untuk tabungan pribadi.

Kesulitan menabung atau berinvestasi karena sebagian besar pendapatan digunakan untuk pengeluaran rutin.

Perencanaan keuangan jangka panjang tertunda, seperti dana pensiun atau pendidikan anak karena fokus pada kebutuhan saat ini.

Dampak Generasi Sandwich

Tekanan Finansial yang Berat

Beban membiayai dua generasi membuat sulit untuk menabung, investasi, bahkan dana pensiun, sehingga tujuan finansial pribadi sering tertunda.

Stres dan Beban Mental

Tanggung jawab yang berlapis menyebabkan tekanan psikologis yang tinggi, termasuk kecemasan dan stres berkepanjangan karena harus menyeimbangkan banyak peran.

Pengorban Kepentingan Pribadi

Generasi Sandwich seringkali mengorbankan kepentingan pribadi, seperti kesehatan diri sendiri atau waktu berkualitas bersama pasangan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Konsekuensi Jangka Panjang

Penghasilan tunggal sering tidak cukup. Dinamika hubungan rumah tangga menjadi kompleks, karena waktu dan prioritas antara merawat orang tua dan anak sering berbenturan.

Ketahanan emosional diuji, karena waktu untuk self-care dan hubungan personal yang berkualitas bisa sangat terbatas.

Cara Mengatasi Beban sebagai Generasi Sandwich

Buka Komunikasi Finansial dengan Keluarga

Diskusikan secara terbuka tentang kondisi keuangan, kebutuhan, dan prioritas bersama pasangan serta anggota keluarga lainnya.

Buat Perencanaan Keuangan Jelas

Buat budgeting, dana darurat, dan tabungan pensiun secara berkala untuk memastikan arus kas tetap sehat.

Menetapkan Batasan yang Sehat

Tetapkan batasan kontribusi finansial yang realistis untuk orang tua dan anak agar kamu tetap bisa menjaga kesejahteraan pribadi.

Edukasi dan Literasi Keuangan

Meningkatkan pemahaman finansial akan membantu membuat keputusan yang lebih bijak dan terencana.

Generasi sandwich merupakan realitas kehidupan yang semakin banyak dialami, terutama di kalangan usia produktif. Tantangan finansial, emosional, dan sosial menjadi bagian dari pengalaman hidup mereka.

Namun dengan perencanaan keuangan yang matang, komunikasi keluarga yang baik, dan batasan peran yang jelas, generasi sandwich tetap bisa mengelola tanggung jawabnya tanpa mengorbankan kualitas hidup dan masa depan yang lebih baik.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK