Akurat

Apa Itu Existing dalam Proyek? Definisi, Contoh, dan Penerapannya dalam Manajemen Proyek

Kosim Rahman | 19 Januari 2026, 14:00 WIB
Apa Itu Existing dalam Proyek? Definisi, Contoh, dan Penerapannya dalam Manajemen Proyek

AKURAT.CO Istilah apa itu existing dalam proyek sering muncul dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, terutama ketika tim harus memahami kondisi existing sebagai bagian dari dasar kerja.

Existing dalam konteks proyek merujuk pada kondisi, aset, atau elemen yang sudah ada sebelum suatu proyek dimulai, yang wajib dipahami untuk mengambil keputusan yang tepat selama perencanaan dan pelaksanaan.

Pengertian Existing dalam Proyek

Secara umum, kata existing memiliki makna “yang sudah ada” atau “ada saat ini” menurut kaidah bahasa yang digunakan dalam berbagai konteks seperti arsitektur, teknologi, hingga proyek.

Di Indonesia, istilah ini sering dipakai sebagai kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti keberadaan suatu hal yang benar-benar ada di lapangan atau kondisi saat ini.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Suap Proyek Bekasi ke Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono

Dalam istilah manajemen proyek, existing sering merujuk pada kondisi yang sudah ada sebelum proyek dimulai — sesuatu yang tim proyek harus kenali dan pertimbangkan sebelum melanjutkan ke fase perencanaan dan pelaksanaan.

Ini termasuk kondisi fisik, struktur organisasi, sistem yang berjalan, atau aset yang sudah tersedia di lingkungan proyek.

Misalnya, ketika proyek konstruksi akan dilakukan, tim harus memetakan existing site conditions seperti struktur bangunan lama, utilitas yang ada, atau kondisi tanah. Informasi ini sangat penting agar perencanaan pekerjaan baru berjalan akurat dan tidak bertentangan dengan kondisi nyata di lokasi.

Fungsi Memahami Kondisi Existing dalam Proyek

Mengetahui existing dalam proyek sangat penting untuk beberapa alasan:

1. Dasar Perencanaan dan Desain

Kondisi existing menjadi acuan awal untuk menyusun rencana kerja, desain, dan anggaran proyek. Tanpa pemahaman yang baik, hasil perencanaan bisa tidak relevan dengan keadaan nyata.

2. Menghindari Konflik dan Risiko

Dengan mengetahui kondisi existing yang sebenarnya, proyek dapat mengurangi risiko konflik, kesalahan implementasi, atau perubahan biaya secara tidak terduga.

3. Menentukan Lingkup Pekerjaan yang Tepat

Mengetahui elemen yang sudah ada membantu tim menentukan mana yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, atau dibongkar dalam proyek baru.

4. Dasar Evaluasi Kinerja Proyek

Data existing yang akurat juga berguna ketika melakukan evaluasi hasil pekerjaan dan melakukan pembandingan dengan target yang telah ditetapkan.

Contoh Penerapan Existing dalam Proyek

1. Proyek Konstruksi

Sebelum memulai pembangunan gedung baru, tim proyek melakukan survei terhadap existing structure — yaitu bangunan lama atau elemen fisik yang masih berdiri. Ini berguna untuk menilai apakah perlu pembongkaran atau dapat dikombinasikan dalam pembangunan baru.

Baca Juga: Sengketa Proyek Bebek Tepi Sawah Lampung Berlanjut ke Kasasi

2. Proyek IT

Dalam proyek pengembangan sistem informasi, tim perlu memahami existing systems seperti aplikasi lama, alur data yang berjalan, serta infrastruktur teknologi yang saat ini digunakan. Analisis ini menjadi dasar migrasi, upgrade, atau integrasi sistem baru.

3. Proyek Bisnis

Di proyek transformasi bisnis, istilah existing process sering dipakai untuk menunjukkan alur kerja atau SOP yang berjalan saat ini. Analisis terhadap proses ini membantu menentukan perubahan yang jadi prioritas agar solusi baru sesuai kebutuhan organisasi.

Existing dalam proyek adalah istilah yang merujuk pada kondisi atau elemen yang sudah ada sebelum proyek dimulai.

Pemahaman terhadap kondisi existing merupakan langkah dasar yang harus dilakukan dalam manajemen proyek karena berfungsi sebagai landasan perencanaan, pengendalian risiko, dan evaluasi.

Dengan memahami kondisi existing, tim proyek akan lebih siap menghadapi tantangan, menetapkan strategi yang tepat, serta menyelesaikan proyek sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.