Akurat

Experiential Learning, Strategi Pembelajaran Aktif untuk Hasil Belajar Lebih Optimal

Eko Krisyanto | 18 Januari 2026, 23:37 WIB
Experiential Learning, Strategi Pembelajaran Aktif untuk Hasil Belajar Lebih Optimal

AKURAT.CO Experiential Learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung sebagai sumber utama pengetahuan.

Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima teori dari guru, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang memungkinkan mereka mencoba, bereksperimen, serta merefleksikan pengalaman yang diperoleh.

Model pembelajaran ini dinilai efektif karena mampu meningkatkan pemahaman, motivasi, serta hasil belajar siswa secara signifikan.

Lantas, apa yang membuat Experiential Learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran? Berikut penjelasannya.

Mengenal Experiential Learning dan Tahapannya

Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman adalah model belajar yang menekankan keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran.

Siswa diajak untuk mengalami sendiri proses belajar melalui kegiatan nyata seperti eksperimen, proyek kolaboratif, simulasi, maupun kunjungan lapangan.

Konsep ini dikembangkan oleh David A. Kolb (1984) yang menyatakan bahwa pembelajaran berlangsung melalui siklus empat tahap yang saling berkaitan, yaitu:

Baca Juga: Panduan Finansial: Cara Hidup Tanpa Bekerja dan Tetap Aman Secara Keuangan

  • Pengalaman Konkret (Concrete Experience)
    Siswa terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran, seperti melakukan eksperimen, praktik lapangan, atau membuat proyek.

  • Observasi Reflektif (Reflective Observation)
    Siswa merefleksikan pengalaman yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi keberhasilan maupun kekurangan.

  • Konseptualisasi Abstrak (Abstract Conceptualization)
    Berdasarkan refleksi, siswa membangun konsep, prinsip, atau teori yang berkaitan dengan pengalaman tersebut.

  • Eksperimen Aktif (Active Experimentation)
    Siswa menerapkan konsep yang telah dipahami ke dalam situasi atau konteks baru untuk memperkuat pengetahuan.

Mengapa Experiential Learning Meningkatkan Hasil Belajar?

Model Experiential Learning diyakini mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena beberapa faktor berikut:

  1. Meningkatkan keterlibatan aktif siswa
    Siswa terlibat langsung dalam proses belajar melalui pengamatan, diskusi, dan praktik. Hal ini mendorong mereka berpikir kritis dan kreatif.

  2. Pemahaman yang lebih mendalam
    Pembelajaran berbasis pengalaman membantu siswa menghubungkan teori dengan kondisi nyata sehingga pemahaman tidak sekadar hafalan.

  3. Mengembangkan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah
    Siswa dilatih untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap masalah yang relevan dengan materi pembelajaran.

  4. Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri
    Keberhasilan menyelesaikan tugas dan keterlibatan aktif membuat siswa lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar.

  5. Pembelajaran kontekstual dan bermakna
    Materi pelajaran menjadi lebih relevan karena dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa.

  6. Melatih kerja sama dan keterampilan sosial
    Kegiatan kelompok dalam Experiential Learning membantu siswa belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menghargai pendapat orang lain.

  7. Pemanfaatan media dan sumber belajar yang beragam
    Penggunaan video, simulasi, dan alat peraga membuat pembelajaran lebih menarik serta meningkatkan daya ingat siswa.

Model Experiential Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa karena mengintegrasikan pengalaman nyata, refleksi, diskusi, dan praktik secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kran Shower Bocor? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya Sendiri

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami materi secara lebih mendalam, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, sosial, serta motivasi belajar yang tinggi.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman ini menjadi salah satu solusi inovatif untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna di dunia pendidikan.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.