Akurat

Pada Tahap Pengujian Aktif dalam Model Kolb, Individu Akan Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Naufal Lanten | 2 Desember 2025, 17:59 WIB
Pada Tahap Pengujian Aktif dalam Model Kolb, Individu Akan Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Ketika guru mempelajari strategi pembelajaran berbasis pengalaman, nama David Kolb hampir selalu muncul. Model Experiential Learning miliknya digunakan luas di dunia pendidikan karena menawarkan cara belajar yang menekankan pengalaman langsung, refleksi, hingga pengujian konsep dalam situasi nyata. Tidak heran jika pada Modul 2 Pembelajaran Sosial Emosional Topik 3 PPG 2025, salah satu soal yang paling sering ditanyakan adalah Pada tahap Pengujian Aktif dalam model Kolb, individu akan…?”

Artikel ini menyajikan pembahasan lengkap mengenai konsep tersebut, termasuk beberapa versi jawaban yang muncul dalam materi referensi, sehingga bisa membantu guru memahami tahapannya sekaligus memastikan pengisian modul lebih tepat.


Memahami Model Experiential Learning Kolb

Model pembelajaran Kolb menekankan bahwa pengetahuan terbentuk melalui transformasi pengalaman. Proses tersebut tidak terjadi sekali, tetapi berjalan dalam bentuk siklus yang berulang. Siklusnya terdiri dari empat tahap yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain.

Siklus tersebut adalah:

  1. Concrete Experience – peserta didik mengalami situasi nyata.

  2. Reflective Observation – mereka meninjau dan merenungkan pengalaman itu dari berbagai sudut.

  3. Abstract Conceptualization – hasil refleksi tersebut kemudian diolah menjadi konsep, teori, atau pemikiran logis.

  4. Active Experimentation – tahap terakhir, yaitu menguji konsep tadi dalam praktik nyata.

Setiap tahap membawa peserta didik lebih dekat pada pembelajaran yang bermakna. Di antara keempat tahap itu, langkah terakhir—Pengujian Aktif—menjadi fokus penting karena menjadi titik transisi dari teori menuju tindakan nyata.


Apa Itu Tahap Pengujian Aktif (Active Experimentation)?

Dalam literatur maupun modul PPG, tahap Pengujian Aktif digambarkan sebagai fase ketika seseorang tidak lagi hanya memikirkan sebuah konsep, melainkan benar-benar menerapkannya dalam situasi riil.

Mereka menguji apakah konsep yang telah disusun sebelumnya bekerja sebagaimana mestinya, apakah relevan, atau bahkan perlu dimodifikasi. Tahap ini identik dengan pendekatan learning by doing, di mana pengalaman baru dapat memunculkan refleksi berikutnya dan menghidupkan kembali siklus Kolb.

Dalam praktik pendidikan, misalnya, seorang siswa yang mempelajari konsep komunikasi efektif tidak akan berhenti pada teori. Ia akan mencoba menerapkannya dalam presentasi, melihat respons audiens, lalu menyempurnakan pendekatannya dari situ.

Keseluruhan proses ini menegaskan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memahami, tetapi juga bereksperimen.


Soal dan Beberapa Versi Jawaban dari Modul PPG

Berikut teks soal yang muncul pada Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 3 Experiential Learning. Sesuai permintaan, teks pilihan ganda tetap ditampilkan persis seperti aslinya:

Pada tahap "Pengujian Aktif "dalam model Kolb, individu akan ...
A. Mengembangkan ide-ide baru berdasarkan pengalaman yang telah diamati
B. Mencoba konsep atau ide yang telah dipikirkan dalam situasi nyata
C. Merenung tentang pengalaman dan mencoba mengerti arti dari pengalaman tersebut.
D. Menganalisis informasi secara sistematik
E. Menciptakan ide yang revolusioner untuk diterapkan

Jawaban: B

Penjelasan dalam modul menyebutkan bahwa tahap ini merupakan fase tindakan langsung, ketika individu mulai menerapkan teori yang telah dirumuskan pada tahap konseptualisasi abstrak. Tujuannya untuk melihat apakah teori itu bekerja dalam dunia nyata.

Selain versi penjelasan tersebut, terdapat uraian lain yang menjelaskan hal serupa: bahwa pada tahap inilah seseorang berada pada fase tidak hanya berpikir, tetapi juga melakukan uji praktik secara konkret untuk menilai efektivitas ide tersebut.

Ada juga versi pembahasan lain yang merinci proses ini: individu akan menerapkan teori yang dibangun, mengujinya dalam praktik, lalu mengevaluasi apakah langkah yang dilakukan membawa hasil sesuai ekspektasi. Dari penjelasan tersebut, variasi uraian tetap mengarah pada kesimpulan yang sama—Pilihan B adalah jawaban paling tepat.


Kenapa Tahap Pengujian Aktif Sangat Penting?

Tahap ini menjadi kunci karena menghubungkan konsep dengan kenyataan. Banyak peserta didik yang memahami teori tetapi tidak tahu bagaimana mengaplikasikannya. Pengujian Aktif memberi ruang untuk:

  • menguji apakah teori yang dibangun logis ketika diterapkan dalam konteks nyata;

  • menemukan kelemahan atau kekurangan konsep berdasarkan hasil praktik;

  • mendapatkan pengalaman baru yang menjadi fondasi siklus pembelajaran berikutnya;

  • melatih keberanian mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan pemahaman sendiri.

Proses ini membuat pembelajaran jauh lebih hidup karena peserta didik tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga memproses, mencoba, dan memodifikasi konsepnya sendiri.


Contoh Kasus: Pengujian Aktif dalam Kehidupan Belajar

Salah satu contoh paling mudah terlihat dalam tugas presentasi siswa.

Setelah memahami teori komunikasi efektif melalui pembelajaran sebelumnya, siswa akhirnya diminta mempraktikkan teori tersebut dalam presentasi kelompok.

Di sana mereka:

  • mencoba menerapkan teori,

  • memperhatikan reaksi audiens,

  • lalu menyimpulkan apa yang perlu diperbaiki.

Inilah gambaran paling sederhana dari bagaimana tahap Pengujian Aktif membantu siswa berkembang dari teori menuju kompetensi nyata.


Tahap Ini dalam Perspektif Pendidikan

Pandangan Kolb menegaskan bahwa belajar bukan sekadar penyerapan materi. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengalami, merenungkan, menyusun konsep, dan menguji konsep tersebut.

Pembelajaran yang hanya berhenti pada teori akan kurang berdampak pada kompetensi siswa. Pengujian Aktif memastikan konsep yang dipelajari tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Sesuai rujukan lain yang kamu berikan, tahapan Experiential Learning bahkan dirinci kembali berdasarkan literatur Rosidin, yang menekankan contoh konkret seperti studi kasus, diskusi, penyusunan teori, hingga praktik laboratorium atau magang. Semua konteks ini memperlihatkan bahwa tahap Pengujian Aktif adalah fondasi dari pengembangan kompetensi praktis.


Kesimpulan

Tahap Pengujian Aktif dalam model Kolb adalah fase ketika individu menerapkan teori atau ide yang telah dibangun dalam situasi nyata. Inilah tahap eksperimen yang menentukan apakah konsep berjalan efektif atau perlu disempurnakan.

Dalam konteks soal Modul 2 PSE Topik 3 PPG 2025, jawaban paling tepat untuk pertanyaan “Pada tahap Pengujian Aktif dalam model Kolb, individu akan…?” adalah B. Mencoba konsep atau ide yang telah dipikirkan dalam situasi nyata.

Jika kamu ingin terus mengikuti analisis pendidikan dan pembahasan soal PPG lainnya, pantau update terbaru hanya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Individu dengan Gaya Belajar Aktif dalam Model Kolb Cenderung Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca Juga: Kunci Jawaban Modul 2 Topik 3 PPG 2025: Hubungan Gaya Belajar dan Tahapan Model Kolb, Ini Penjelasan Lengkapnya

FAQ 

1. Apa yang dimaksud dengan tahap “Pengujian Aktif” dalam Model Kolb?

Tahap Pengujian Aktif (Active Experimentation) adalah fase ketika individu menerapkan konsep atau teori yang sudah dibentuk sebelumnya ke dalam situasi nyata. Ini merupakan langkah keempat dalam siklus Experiential Learning.


2. Mengapa tahap Pengujian Aktif penting dalam proses belajar?

Tahap ini menjadi kunci karena seseorang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya. Melalui tindakan langsung, pembelajar bisa mengetahui apakah ide atau konsep yang mereka buat bekerja secara efektif.


3. Apa jawaban yang benar untuk soal “Pada tahap Pengujian Aktif dalam model Kolb, individu akan …”?

Jawaban yang tepat adalah:

B. Mencoba konsep atau ide yang telah dipikirkan dalam situasi nyata.

Namun artikel menjelaskan bahwa beberapa sumber menggambarkan rincian yang sama dengan penekanan yang sedikit berbeda—semuanya merujuk pada penerapan teori ke praktik.


4. Apa saja empat tahap dalam siklus Experiential Learning menurut David Kolb?

Empat tahap utama adalah:

  1. Concrete Experience – mengalami langsung pengalaman baru.

  2. Reflective Observation – merenungkan pengalaman tersebut dari berbagai sudut pandang.

  3. Abstract Conceptualization – membentuk konsep atau teori berdasarkan hasil refleksi.

  4. Active Experimentation – menguji teori tersebut melalui praktik nyata.


5. Bagaimana contoh penerapan tahap Pengujian Aktif dalam pembelajaran?

Misalnya, seorang siswa mempelajari teori komunikasi efektif. Ia kemudian menerapkan teori tersebut saat presentasi kelompok, mengamati respons audiens, lalu mengevaluasi hasilnya untuk perbaikan di kesempatan berikutnya.


6. Di mana posisi Pengujian Aktif dalam siklus belajar Kolb?

Pengujian Aktif berada di tahap terakhir, setelah pengalaman konkret, observasi reflektif, dan konseptualisasi abstrak.


7. Apa manfaat belajar melalui metode Experiential Learning?

Metode ini membantu pembelajar memahami materi lebih mendalam karena proses belajar menggabungkan pengalaman langsung, refleksi, pembuatan konsep, dan praktik. Hasilnya, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan situasi nyata.


8. Siapa pencetus Model Experiential Learning?

Model ini dikembangkan oleh David A. Kolb pada tahun 1984 dan menjadi salah satu pendekatan populer dalam pendidikan modern.


9. Apakah semua peserta didik akan mengalami tahap Pengujian Aktif?

Ya, setiap pembelajar yang mengikuti siklus Experiential Learning akan sampai pada tahap ini karena merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran menurut Kolb.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.