Akurat

Apa Itu Hujan Meteor Quadrantid? Penjelasan Lengkap, Waktu Terbaik, dan Cara Mengamatinya

Kosim Rahman | 4 Januari 2026, 08:55 WIB
Apa Itu Hujan Meteor Quadrantid? Penjelasan Lengkap, Waktu Terbaik, dan Cara Mengamatinya

AKURAT.CO Fenomena astronomi yang terjadi pada 4 Januari dini hari menarik perhatian banyak orang, salah satunya adalah hujan meteor Quadrantid yang disebut-sebut sebagai hujan meteor paling aktif di awal tahun.

Peristiwa langit ini membuat masyarakat penasaran dan mencari tahu apa itu hujan meteor Quadrantid, kapan puncaknya terjadi, serta bagaimana cara terbaik mengamatinya dari Bumi, termasuk dari wilayah Indonesia.

Apa Itu Hujan Meteor Quadrantid?

Hujan meteor Quadrantid merupakan salah satu fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu kosmik di ruang angkasa. Debu tersebut berasal dari sisa benda langit yang telah mati dan kini dikenal sebagai asteroid 2003 EH1.

Saat partikel debu ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara membuatnya terbakar dan memancarkan cahaya terang di langit malam. Fenomena inilah yang kemudian terlihat sebagai meteor atau bintang jatuh dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Jadwal Puncak Hujan Meteor Geminid: Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Hujan meteor Quadrantid dikenal memiliki intensitas tinggi, bahkan sering disebut sebagai salah satu hujan meteor paling aktif dibandingkan hujan meteor lainnya sepanjang tahun.

Kapan Puncak Hujan Meteor Quadrantid Terjadi?

Mengutip informasi dari Royal Museums Greenwich, hujan meteor Quadrantid aktif sejak 25 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.

Namun, fase puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026 dini hari, mulai tengah malam hingga menjelang Subuh. Pada waktu tersebut, jumlah meteor yang terlihat bisa mencapai hingga 120 meteor per jam dalam kondisi ideal.

Meteor Quadrantid melesat dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per detik, sehingga kilatan cahaya yang muncul di langit tampak cepat dan terang.

Apakah Hujan Meteor Quadrantid Bisa Disaksikan dari Indonesia?

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, memastikan bahwa puncak hujan meteor Quadrantid dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa waktu terbaik pengamatan berlangsung mulai tengah malam hingga menjelang Subuh, dengan titik pancar meteor berada di langit bagian utara. Dalam satu menit, masyarakat berpeluang melihat satu hingga dua meteor melintas di langit.

Baca Juga: Hujan Meteor Perseid Siap Hiasi Langit Indonesia Pertengahan Agustus

Cara Mengamati Hujan Meteor Quadrantid dengan Maksimal

Agar pengalaman menyaksikan hujan meteor Quadrantid lebih optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pilih lokasi minim polusi cahaya, jauh dari lampu kota
  2. Pastikan pandangan ke langit tidak terhalang gedung, pepohonan, atau perbukitan
  3. Amati saat cuaca cerah, tanpa awan tebal
  4. Tidak perlu alat khusus, karena hujan meteor bisa dilihat langsung dengan mata telanjang

Meski teleskop atau teropong dapat digunakan, sudut pandangnya yang sempit justru membuat jumlah meteor yang terlihat menjadi lebih sedikit.

Apakah Hujan Meteor Quadrantid Berbahaya?

Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa hujan meteor Quadrantid tidak berdampak buruk bagi Bumi. Sebagian besar partikel meteor akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan.

“Tidak ada dampak, hanya pemandangan langit yang diharapkan banyak meteor terang,”
kata Thomas Djamaluddin, dikutip dari Kompas.com.

Fenomena ini murni menjadi sajian visual alam yang bisa dinikmati masyarakat tanpa rasa khawatir.

Proses Terjadinya Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid terjadi ketika Bumi melewati lintasan debu kosmik yang ditinggalkan oleh asteroid 2003 EH1. Dalam pergerakannya mengelilingi Matahari, Bumi secara rutin memasuki area tersebut setiap awal Januari.

Baca Juga: Fenomena Langit Malam Ini: Hujan Meteor Bootid Hiasi Awal Tahun Baru Islam

Saat serpihan debu memasuki atmosfer, gesekan udara membuatnya terbakar dan memancarkan cahaya, sehingga tampak seperti hujan meteor dari permukaan Bumi. Karena jumlah debu yang cukup padat, fenomena ini terlihat lebih intens dibandingkan hujan meteor biasa.

Fenomena hujan meteor Quadrantid pada 4 Januari 2026 dini hari menjadi salah satu peristiwa astronomi yang sayang dilewatkan.

Dengan intensitas tinggi, waktu pengamatan yang jelas, serta dapat disaksikan dari Indonesia, Quadrantid menawarkan pengalaman langit malam yang spektakuler.

Bagi masyarakat yang penasaran apa itu hujan meteor Quadrantid, momen ini menjadi kesempatan terbaik untuk mengenal dan menikmati keindahan fenomena astronomi secara langsung dari Bumi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.