Rektor UT: Sinergi dengan Agung Sedayu Group Bukti Nyata Gotong Royong Dunia Pendidikan dan Industri

AKURAT.CO Universitas Terbuka (UT) menyatakan bahwa pemberian 200 beasiswa senilai Rp3 miliar dari Agung Sedayu Group melalui PT Bangun Kosambi Sukses Tbk sebagai momentum bersejarah yang menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menyampaikan, dukungan sektor swasta seperti yang dilakukan Agung Sedayu Group menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam membangun bangsa melalui pendidikan.
“Hari ini adalah pagi yang sangat bersejarah. Kami merasa terhormat menjadi mitra strategis dari pihak yang sangat kompeten dan berperan penting dalam pembangunan negeri ini. Universitas Terbuka tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujar Ali, Senin (10/11/2025).
Ali menegaskan, UT sebagai perguruan tinggi negeri yang mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) memiliki misi besar untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Namun, misi tersebut hanya dapat berjalan optimal melalui kerja sama lintas sektor.
“Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah atau kampus, tapi tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang indah antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Ia mengapresiasi komitmen Agung Sedayu Group, khususnya melalui PT Bangun Kosambi Sukses (BKS), yang tidak hanya berperan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia.
“Hari ini, kami menerima komitmen berharga dari Agung Sedayu Group untuk bersama-sama bergotong royong membangun negeri yang kita cintai ini,” imbuhnya.
Baca Juga: ASG Salurkan 200 Beasiswa Senilai Rp3 Miliar untuk Mahasiswa Universitas Terbuka
Ali menilai, kerja sama ini sejalan dengan visi UT untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.
Dengan sistem pembelajaran daring dan fleksibel, UT memberikan kesempatan yang sama bagi siapa pun untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa batas ruang dan waktu.
“Universitas Terbuka menjadi wadah bagi anak bangsa untuk belajar di mana pun mereka berada. Kolaborasi seperti ini memperluas jangkauan misi tersebut dan memperkuat semangat pemerataan pendidikan,” ujar Ali.
Melalui kerja sama dengan Agung Sedayu Group, Universitas Terbuka berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak generasi muda terdidik dan berdaya saing tinggi.
Ia menegaskan, semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha harus terus dijaga demi masa depan Indonesia yang lebih cerdas dan sejahtera.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses (Agung Sedayu Group, PIK 2), Nono Sampono, menegaskan, pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Kami percaya bahwa pembangunan bangsa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha juga harus ikut berperan aktif, sebagaimana diamanatkan konstitusi kita,” ujar Nono.
“Melalui program CSR, kami berkomitmen membantu mahasiswa berprestasi, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” lanjutnya.
Nono menjelaskan, Agung Sedayu Group melalui BKS telah menjalankan berbagai program sosial di bidang pendidikan dan kemanusiaan, termasuk bantuan untuk pesantren, madrasah, hingga pembangunan kembali dua sekolah dasar di daerah yang terdampak puting beliung di Banten.
Baca Juga: Ramalan Shio Mingguan 10 November - 16 November 2025 Terbaru: Keseimbangan Emosi Jadi Kunci Sukses!
“Kami baru saja membangun kembali dua SD yang rusak karena bencana hanya dalam waktu lima bulan. Dalam waktu dekat, kami juga akan menyerahkan 250 rumah untuk masyarakat di sekitar kawasan kami. Ini bagian dari komitmen kami mendukung program nasional,” jelasnya.
Nono menambahkan, pemberian beasiswa untuk mahasiswa UT merupakan bentuk dukungan terhadap model pendidikan terbuka yang efisien dan inklusif.
“Saya cukup kaget mendengar data dari Pak Rektor bahwa hanya sekitar 8 persen penduduk Indonesia yang bergelar sarjana. Padahal, negara maju bisa mencapai 40 persen. Dengan sistem pembelajaran digital UT, saya yakin angka ini bisa terus meningkat,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










