Apa Itu Komunisme? Penjelasan Lengkap tentang Asal-Usul, Prinsip, dan Perkembangannya

AKURAT.CO Komunisme adalah sistem pemikiran politik dan ekonomi yang berupaya menghapus kepemilikan pribadi atas alat produksi dan menggantinya dengan kepemilikan sosial. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara, di mana semua orang memiliki akses setara terhadap sumber daya dan hasil kerja bersama.
Dalam praktik modern, istilah “komunis” sering digunakan untuk menggambarkan rezim yang dipimpin oleh partai berideologi Marxis-Leninis, yang mengklaim sedang memimpin masa transisi menuju masyarakat tanpa kelas.
Menurut Encyclopedia Britannica, komunisme memandang sejarah sebagai perjuangan antara kelas tertindas (proletariat) dan kelas pemilik (borjuasi), dan percaya bahwa revolusi sosial adalah jalan menuju kesetaraan sejati.
Asal-Usul dan Dasar Pemikiran Komunisme
Akar komunisme modern berasal dari abad ke-19 melalui pemikiran Karl Marx dan Friedrich Engels. Karya monumental mereka, “Manifesto of the Communist Party” (1848), menyerukan persatuan kelas pekerja untuk menggulingkan sistem kapitalis.
Dalam karya lanjutan seperti Das Kapital, Marx menjelaskan bahwa sistem kapitalisme memiliki kontradiksi internal yang pada akhirnya akan menyebabkan keruntuhannya sendiri. Ia memandang ekonomi kapitalis tidak stabil karena mengeksploitasi tenaga kerja dan menimbulkan ketimpangan yang semakin besar.
Bagi Marx, sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas — dari tuan dan budak, bangsawan dan petani, hingga borjuasi dan proletariat. Komunisme, dalam pandangan ini, adalah tahap akhir evolusi sosial di mana struktur kelas tidak lagi ada.
Prinsip-Prinsip Dasar dalam Teori Komunisme
Secara teori, komunisme menekankan tiga prinsip utama:
-
Kepemilikan alat produksi secara sosial.
Industri, tanah, dan sumber daya penting tidak dikuasai individu, melainkan dikelola untuk kepentingan bersama. Tujuannya adalah agar produksi dan distribusi hasil kerja digunakan demi kesejahteraan masyarakat, bukan keuntungan pribadi. -
Masyarakat tanpa kelas.
Komunisme berupaya menghapuskan perbedaan kelas sosial antara pekerja dan pemilik modal. Dalam sistem ini, tidak ada pihak yang hidup dari kerja orang lain. -
“Diktatur proletariat” sebagai tahap transisi.
Marx menyebut perlunya masa transisi di mana kelas pekerja mengendalikan negara untuk menyingkirkan sisa-sisa kapitalisme. Setelah itu, negara akan “mengkerut” dengan sendirinya dan digantikan oleh masyarakat tanpa negara. Namun, konsep ini menjadi perdebatan karena penerapannya sangat berbeda di berbagai negara.
Secara historis, komunisme dan sosialisme sering dianggap saling berdekatan. Britannica menjelaskan bahwa komunisme sering dilihat sebagai bentuk atau tahap paling radikal dari sosialisme, meski perbedaannya tergantung pada konteks dan penafsiran masing-masing pemikir.
Cabang dan Aliran Komunisme
Seiring berkembangnya waktu, komunisme terpecah menjadi beberapa cabang pemikiran:
-
Marxisme-Leninisme.
Diperkenalkan oleh Vladimir Lenin, ide ini menekankan peran partai pelopor (vanguard party) yang memimpin revolusi dan mendirikan pemerintahan proletar. Model ini kemudian diadopsi oleh Uni Soviet dan menjadi arus utama komunisme abad ke-20. -
Maoisme.
Dikembangkan oleh Mao Zedong di Tiongkok, aliran ini menekankan peran kaum tani dan strategi perang rakyat (People’s War) dalam revolusi. -
Trotskyisme, Eurokomunisme, dan Komunisme Libertarian.
Cabang-cabang ini muncul sebagai respons terhadap perbedaan pandangan tentang peran negara, demokrasi internal partai, dan strategi perjuangan — antara revolusi cepat atau reformasi bertahap.
Penerapan Komunisme dalam Praktik Politik
Revolusi Bolshevik tahun 1917 di Rusia menjadi titik awal penerapan komunisme secara nyata. Negara baru yang dipimpin oleh Partai Bolshevik ini mengubah tatanan sosial dan ekonomi dengan program industrialisasi besar-besaran, kolektivisasi pertanian, dan kontrol ketat terhadap politik serta media.
Setelah Perang Dunia II, ideologi ini menyebar luas. Negara-negara Eropa Timur, Asia Timur, hingga Amerika Latin sempat mengadopsi sistem komunis, membentuk blok besar yang dikenal sebagai Blok Timur selama Perang Dingin.
Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet (1989–1991), sebagian besar negara komunis beralih ke sistem ekonomi campuran atau demokrasi liberal.
Negara yang Masih Dipimpin Partai Komunis
Hingga 2025, hanya lima negara yang masih secara resmi dipimpin oleh partai komunis:
-
Tiongkok – Populasi sekitar 1,408,9 juta jiwa
-
Vietnam – Populasi 100,99 juta jiwa
-
Korea Utara (DPRK) – Populasi 26,5 juta jiwa
-
Kuba – Populasi 10,98 juta jiwa
-
Laos – Populasi 7,77 juta jiwa
(Sumber: World Bank, data 2024–2025)
Menariknya, kelima negara tersebut memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Tiongkok dan Vietnam kini mengadopsi ekonomi pasar dengan pengawasan negara, sedangkan Korea Utara masih mempertahankan model komando yang ketat dan tertutup.
Dampak Historis: Keberhasilan dan Kritik terhadap Komunisme
Seperti ideologi besar lainnya, komunisme memiliki dampak positif dan negatif yang kompleks.
Dampak positif yang sering disebut pendukungnya antara lain:
-
Modernisasi cepat dan pembangunan infrastruktur di negara-negara seperti Tiongkok dan Vietnam.
-
Peningkatan literasi, layanan kesehatan dasar, dan mobilisasi sosial besar untuk pendidikan dan pemerataan.
Namun, kritik utama terhadap komunisme cukup berat. Banyak negara komunis mencatatkan represi politik, pembatasan kebebasan sipil, dan otoritarianisme yang ekstrem. Sejarah mencatat tragedi seperti kelaparan besar, pembersihan politik, dan kamp kerja paksa, yang menewaskan jutaan orang.
Karya seperti The Black Book of Communism dan Death by Government (R. J. Rummel) memperkirakan korban akibat rezim komunis mencapai puluhan juta jiwa. Meski begitu, sejumlah sejarawan menilai angka tersebut perlu dianalisis hati-hati karena perbedaan metode dan konteks politik pada masa itu.
Komunisme di Era Modern (2020–2025)
Komunisme kini lebih banyak diadaptasi secara pragmatis ketimbang ideologis murni.
-
Tiongkok menerapkan sistem “socialism with Chinese characteristics”, yaitu kombinasi antara ekonomi pasar dan kontrol politik tunggal. Fokus kebijakan seperti common prosperity menunjukkan upaya mengurangi kesenjangan tanpa meninggalkan dominasi Partai Komunis.
-
Vietnam terus melanjutkan reformasi ekonomi Đổi Mới yang dimulai sejak 1986. Pendekatan ekonomi pasar terarah ini menjadikan Vietnam salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
-
Kuba perlahan membuka diri terhadap reformasi ekonomi, namun masih menghadapi tantangan inflasi dan embargo.
-
Korea Utara tetap menjadi negara otoriter dengan kebijakan tertutup dan fokus pada program militer serta nuklir.
Secara global, pengaruh ideologi komunisme klasik menurun. Partai-partai komunis yang masih berkuasa kini lebih berfokus pada stabilitas politik dan pembangunan ekonomi daripada ekspor revolusi.
Pandangan dan Perdebatan Akademik
Di dunia akademik dan politik, komunisme selalu menjadi topik perdebatan yang sengit.
-
Kritikus menilai komunisme gagal karena menciptakan sistem otoriter, mengekang kebebasan, dan menimbulkan tragedi kemanusiaan.
-
Pendukung atau pengamat netral berargumen bahwa keberhasilan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi tak bisa diabaikan. Mereka menilai banyak kegagalan terjadi karena konteks politik global, embargo, atau kondisi ekonomi saat itu — bukan semata ideologinya.
Kesimpulan
Komunisme bukan sekadar ideologi ekonomi, tetapi proyek sosial dan politik besar yang mencoba mendefinisikan ulang keadilan dan pemerataan. Dalam teori Marx, komunisme menjanjikan masyarakat tanpa kelas dan tanpa penindasan. Namun dalam praktik, sejarah menunjukkan hasil yang jauh lebih kompleks — dari keberhasilan pembangunan hingga tragedi kemanusiaan.
Untuk memahami komunisme secara objektif, penting membedakan antara teori Marx-Engels, variasi ideologis seperti Leninisme atau Maoisme, dan realitas negara-negara yang menerapkannya. Hanya dengan membaca sumber primer seperti Manifesto of the Communist Party dan kajian akademik modern, kita bisa melihat secara jernih antara idealisme dan kenyataan.
Baca Juga: HNW Dorong BNPT Waspadai Pengaburan Sejarah Kelam Komunis
FAQ
Apa yang dimaksud dengan komunisme secara sederhana?
Komunisme adalah sistem sosial, politik, dan ekonomi yang bertujuan menghapus kepemilikan pribadi atas alat produksi, sehingga semua sumber daya dikelola secara bersama untuk kepentingan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat tanpa kelas sosial dan tanpa negara.
Siapa pencetus ideologi komunisme?
Komunisme modern dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels melalui Manifesto of the Communist Party (1848). Mereka memandang sejarah manusia sebagai perjuangan kelas antara penindas dan tertindas.
Apa perbedaan antara komunisme dan sosialisme?
Keduanya menolak kapitalisme, tetapi sosialisme masih mengizinkan peran negara dan beberapa bentuk kepemilikan pribadi. Komunisme dianggap tahap akhir dari sosialisme, di mana negara dan kelas sosial akhirnya menghilang.
Apa arti “diktatur proletariat” dalam komunisme?
Istilah ini menggambarkan masa transisi di mana kelas pekerja (proletariat) menguasai negara untuk menghapus sisa-sisa kapitalisme sebelum tercipta masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara.
Negara mana saja yang masih menganut sistem komunis hingga saat ini?
Hingga 2025, negara dengan partai komunis berkuasa adalah Tiongkok, Vietnam, Laos, Kuba, dan Korea Utara. Namun, masing-masing negara memiliki sistem ekonomi dan kebijakan yang berbeda.
Mengapa komunisme sering dikritik?
Kritik utama terhadap komunisme muncul karena praktiknya di banyak negara disertai represi politik, pembatasan kebebasan, serta tragedi kemanusiaan seperti kelaparan dan kerja paksa. Namun, sebagian pihak menilai ada pula capaian positif dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Apakah komunisme masih relevan di masa kini?
Secara ideologis, pengaruh komunisme menurun, tetapi beberapa negara seperti Tiongkok dan Vietnam tetap mempertahankan partai komunis dengan adaptasi ekonomi pasar. Artinya, semangat pemerataan sosial tetap ada, meski penerapannya jauh lebih pragmatis.
Apa dampak positif komunisme dalam sejarah?
Beberapa negara komunis berhasil meningkatkan tingkat literasi, memperluas layanan kesehatan, dan membangun industri dasar dengan cepat. Namun keberhasilan ini sering diiringi dengan kontrol politik yang ketat.
Bagaimana pandangan dunia terhadap komunisme saat ini?
Pandangan dunia terbelah: sebagian menilai komunisme gagal karena menimbulkan otoritarianisme, sementara sebagian lain melihat ide dasarnya — keadilan sosial dan kesetaraan — masih relevan untuk menginspirasi kebijakan modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








