Mengungkap Alasan Aksen Inggris British dan Amerika Bisa Berbeda

AKURAT.CO Bahasa Inggris saat ini dikenal sebagai bahasa internasional yang digunakan di hampir seluruh penjuru dunia.
Namun, ada hal menarik, meskipun sama-sama berakar dari bahasa yang sama, English British (Inggris Britania) dan English American (Inggris Amerika) terdengar cukup berbeda.
Perbedaan itu terlihat dari aksen, ejaan, hingga kosakata sehari-hari. Lalu, mengapa bisa demikian?
Bahasa Inggris Amerika Lebih Tua daripada British Modern
Banyak yang mengira bahwa Bahasa Inggris di Inggris lebih orisinal dibandingkan versi Amerika. Padahal, sejarawan mencatat bahwa justru Bahasa Inggris Amerika lebih mendekati bentuk asli yang dulu dibawa para pemukim Inggris ke Benua Amerika pada abad ke-17.
Saat itu, aksen yang mereka gunakan disebut rhotic accent, di mana huruf "r" diucapkan dengan jelas. Namun, di Inggris sendiri, kaum elite di London Selatan mulai mengubah gaya bicara mereka dengan melembutkan bunyi "r" demi terlihat lebih berkelas.
Tren ini diikuti masyarakat luas, sehingga muncullah aksen khas British seperti sekarang. Sementara di Amerika, aksen lama tetap bertahan. Inilah mengapa kata winter diucapkan "win-tuh" oleh orang Inggris tapi tetap "win-terr" oleh orang Amerika.
Baca Juga: Apa Itu Subject Verb Agreement? Pahami Kesesuaian Subjek dan Kata Kerja dalam Bahasa Inggris
Pengaruh Bahasa Prancis di Inggris
Sejarah juga mencatat invasi William the Conqueror pada abad ke-11 membawa dampak besar. Kala itu, Bahasa Prancis Norman menjadi bahasa kaum bangsawan, sekolah dan pengadilan di Inggris. Akibatnya, kosakata dan gaya bicara orang Inggris banyak dipengaruhi Prancis.
Tidak berhenti di situ, pada abad ke-18 gaya tulis ala Prancis kembali populer, membuat ejaan dan ekspresi Bahasa Inggris British semakin berbeda dari Amerika. Misalnya, kata coriander (ketumbar) yang dipinjam dari Bahasa Perancis, sementara orang Amerika menyebutnya cilantro dari Bahasa Spanyol.
Kamus sebagai Bentuk Identitas
Perbedaan juga semakin tegas ketika kamus disusun. Di Inggris, kamus pertama dikompilasi oleh para sarjana London yang ingin menghimpun seluruh kosakata. Sedangkan di Amerika, Noah Webster, menyusun kamus dengan semangat kemerdekaan.
Webster ingin menunjukkan bahwa Amerika punya identitas berbeda dari bekas penjajahnya. Dari sinilah muncul perbedaan ejaan yang terkenal hingga kini:
• colour (UK) → color (US)
• honour (UK) → honor (US)
• realise (UK) → realize (US)
• cancelled (UK) → canceled (US).
Tak hanya ejaan, perbedaan juga terlihat dalam percakapan sehari-hari. Orang Inggris cenderung lebih formal, sedangkan orang Amerika sering memotong kata atau bahkan menghilangkannya.
Contohnya, ketika ditanya apakah ia bisa pergi berbelanja, orang Amerika cukup menjawab "I could" sementara orang Inggris akan berkata lebih lengkap "I could go." Perbedaan ini kadang terdengar janggal bagi penutur salah satu versi.
Selain itu, banyak kata yang berbeda meski maknanya sama, misalnya:
• flat (UK) vs apartment (US)
• lorry (UK) vs truck (US)
• crisps (UK) vs chips (US)
• football (UK) vs soccer (US).
Baca Juga: Contoh Soal TKA Bahasa Inggris Jenjang SMA/SMK Tahun 2025, Ada Kunci Jawabannya!
Faktor Geografi dan Budaya
Jarak juga berperan besar. London dan New York dipisahkan lebih dari 5.500 kilometer. Setelah Amerika merdeka padda abad ke-18, interaksi bahasa pun terhambat, sehingga keduanya berkembang dengan caranya sendiri.
Di Amerika, pengaruh imigran sangat kuat. Bahasa Belanda, Jerman, Spanyol hingga bahasa suku asli ikut membentuk logat dan kosakata.
Tak heran jika aksen di Amerika juga beragam, ada aksen Boston, New York hingga khas Texas. Demikian pula di Inggris, aksen lokal sangat banyak, dari Cockney London, Scouse Liverpool, sampai Scottish dan Welsh.
Meski berbeda, baik Bahasa Inggris British maupun Amerika tetap saling dipahami. Keduanya justru memperkaya kosakata dan gaya komunikasi dunia. Perbedaan ini dapat dianggap sebagai dua rasa dalam satu bahasa, serupa tetapi tak sama, dengan sejarah panjang di baliknya.
Jadi, ketika kita belajar Bahasa Inggris, tak perlu bingung harus memilih British atau American. Keduanya sah, sama-sama benar dan sama-sama menarik untuk dipelajari. Pada akhirnya, perbedaan itulah yang membuat bahasa hidup dan terus berkembang.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






