Akurat

Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim Targetkan 200 Sekolah Binaan pada 2027

Arief Rachman | 19 September 2025, 22:45 WIB
Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim Targetkan 200 Sekolah Binaan pada 2027

AKURAT.CO Dunia pendidikan nasional masih punya harapan besar atas kontribusi masyarakat luas, termasuk perusahaan swasta, dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Salah satu contoh konkretnya digiatkan oleh Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, salah satu dari sembilan Yayasan Astra.

Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim secara khusus didirikan oleh PT Astra International Tbk sebagai yayasan yang melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di bidang pendidikan masyarakat daerah tertinggal.

Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim telah bertahun-tahun melaksanakan tahapan pembinaan 5 Tahun yang terdiri dari Empat Pilar, yaitu Karakter, Akademik, Kecakapan Hidup, dan Seni Budaya, untuk diterapkan dalam kurikulum, yaitu pembelajaran intrakurikuler yang beragam berupa pelatihan serta pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah negeri di daerah tertinggal.

Sampai saat ini, Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim telah membina 184 sekolah negeri yang tersebar di 9 provinsi dan 18 kabupaten terdiri dari 131 SD, 37 SMP, dan 16 SMA/K yang menjangkau lebih dari 2.978 guru serta 40.068 siswa.

Daerah-daerah yang dijangkau adalah Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Serang, Kupang, Rote Ndao, Kapuas, Barito Utara, Tangerang, Majalengka, Manggarai Timur, Penajam Paser Utara, Lebak, Sumba Timur, Kutai Barat, dan Seram Bagian Barat.

Sesuai dengan butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”, Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) memiliki visi untuk menjadi lembaga sosial yang terkemuka dan kredibel di bidang pendidikan khususnya di daerah tertinggal.

Visi itu bertujuan agar seluruh elemen pendidikan mampu meningkatkan kualitas dari segi akademik, intelektual dan kompetensi kecakapan hidup, seni budaya serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur Bangsa Indonesia yang majemuk, sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.

Baca Juga: Demi Timnas Indonesia, I.League Ubah Jadwal Pekan ke-8 Super League Oktober Nanti

“Target saya, pada 2027, jumlah sekolah yang kami bina sudah kepala dua, alias mencapai 200 sekolah atau lebih,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Astra-YPA MDR, Gunawan Salim, kepada sejumlah wartawan, di Menara Astra, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Masih berkaitan dengan program tersebut, Astra melalui Yayasan Astra menyelenggarakan Pameran Tenun bertajuk “Menenun, Menjaga Tradisi Masa Depan” di dua lokasi. Di Menara Astra pada 18-21 September 2025, dan di Menara FIF pada 18-19 September 2025.

Pameran ini menampilkan beragam karya tenun hasil kreasi sekolah binaan Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain menikmati karya tenun, pengunjung juga diajak mengenal budaya NTT melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti pengumpulan stamp yang dapat ditukar dengan hadiah kriya tenun, serta mengikuti Cre(art)ive Workshop untuk membuat aksesori berbahan kain tenun yang dapat dibawa pulang.

Menenun menjadi salah satu fokus pembinaan Yayasan Astra-YPA MDR melalui Pilar Kecakapan Hidup. Program ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus mendorong pelestarian tradisi lokal.

Para guru dan siswa sekolah binaan mendapatkan pelatihan langsung dari narasumber ahli, mencakup proses pembuatan pola, penggulungan benang, pengikatan motif, pewarnaan, hingga menenun menjadi kain. Selain tenun ikat, beberapa sekolah juga mempelajari teknik pembuatan tenun sotis.

Khusus pada kesempatan ini, Yayasan Astra-YPA MDR menampilkan tenun khas dari Kabupaten Sumba, Manggarai Timur, Kupang, dan Rote Ndao. Guru pendamping lomba dari SDN Sonraen Kupang yang meraih Juara 1 Lomba Karya Kreasi Nusantara, Jouis Nieldy Otemusu, turut hadir dalam Cre(art)ive Workshop untuk berbagi pengalaman menghasilkan produk tenun dan memperkenalkan karya tenun sekolah binaan.

“Pada akhirnya, kegiatan menenun menumbuhkan sikap menghargai proses, menghormati budaya, serta menyadarkan bahwa karya indah lahir dari usaha dan doa, bukan sesuatu yang instan,” ujar Jouis Nieldy Otemusu, Guru Pendamping SDN Sonraen, Kupang.

Baca Juga: Presiden Diminta Evaluasi Kebijakan Pembelian BBM Oleh SPBU Swasta

Gunawan Salim menambahkan bahwa pihaknya bangga dapat menampilkan kain tenun karya para siswa sekolah binaan.

"Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya seperti tenun ikat dan sotis bukan hanya indah, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan, kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda. Harapan kami, ini dapat menginspirasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Gunawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.