Akurat

Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah Saat Gerhana Bulan Total?

Petrus C. Vianney | 3 September 2025, 18:20 WIB
Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah Saat Gerhana Bulan Total?

AKURAT.CO Gerhana bulan total terjadi ketika bulan purnama sepenuhnya memasuki bayangan Bumi, yang disebut umbra. Alih-alih gelap total, bulan justru terlihat kemerahan, fenomena yang sering disebut 'bulan darah'.

Selama gerhana, bulan perlahan berubah dari abu-abu terang menjadi merah tua, oranye, hingga tembaga. Warna ini hanya bertahan beberapa saat sebelum bulan kembali ke tampilan normalnya saat keluar dari bayangan Bumi.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Ada tiga jenis gerhana bulan. Gerhana penumbral terjadi saat bulan memasuki bayangan luar Bumi (penumbra), membuat cahayanya sedikit meredup.

Gerhana parsial muncul ketika sebagian bulan memasuki umbra. Hal ini menghasilkan bayangan gelap yang sulit terlihat oleh mata.

Hanya pada gerhana bulan total seluruh permukaan bulan berada dalam umbra. Totalitas berlangsung antara 30 menit hingga lebih dari satu jam, membuat bulan tampak merah karena sinar matahari langsung terhalang.

Alasan Bulan Berwarna Merah

Bulan merah terjadi karena efek atmosfer Bumi yang membiaskan cahaya matahari. Efek ini juga menyaring sebagian cahaya yang melewatinya.

Cahaya biru tersebar lebih luas, sementara panjang gelombang merah menembus atmosfer dan diproyeksikan ke bulan, mirip fenomena saat matahari terbenam. NASA menyebutnya sebagai hamburan Rayleigh.

Dikutip dari Time and Date, Selasa (2/9/2025), warna merah bulan berbeda tergantung posisi bulan dalam bayangan dan kondisi atmosfer. Debu, air, kabut, awan dan abu vulkanik dapat membuat bulan tampak merah tua, oranye, cokelat, atau merah muda.

Dengan demikian, 'bulan darah' bukan sekadar mitos. Fenomena ini merupakan hasil interaksi cahaya, atmosfer Bumi dan posisi bulan saat gerhana total.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.