Akurat

Apakah Gas Air Mata Berbahaya? Begini Penjelasannya!

Idham Nur Indrajaya | 2 September 2025, 22:35 WIB
Apakah Gas Air Mata Berbahaya? Begini Penjelasannya!

AKURAT.CO Gas air mata sering dipandang sebagai alat “non-lethal” untuk pengendalian massa. Namun kenyataannya, paparan bisa menimbulkan rasa sakit hebat, gangguan pernapasan, cedera mata, dan—pada kondisi tertentu—dampak jangka panjang atau komplikasi serius. Artikel ini menjawab siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana seputar bahaya gas air mata, serta langkah praktis yang harus kamu tahu.

Apa itu gas air mata dan jenisnya?

Gas air mata adalah istilah umum untuk beberapa bahan kimia yang dibuat untuk menyebabkan iritasi pada mata, saluran napas, dan kulit sehingga orang kesulitan berfungsi sementara.

Jenis yang paling sering digunakan di lapangan meliputi CS (o-chlorobenzylidene malononitrile), CN (chloroacetophenone), CR, dan OC (oleoresin capsicum atau pepper spray).

CS, CN, dan CR bekerja sebagai iritan kimia pada membran mukosa; OC memicu reseptor nyeri pada kulit dan mata melalui komponen capsaicin sehingga sensasi terbakar terasa sangat kuat.

Bagaimana gas air mata memengaruhi tubuh?

Begitu partikel atau aerosol mencapai mata, hidung, atau kulit, reseptor iritasi aktif dan memicu respons tubuh: produksi air mata berlebih, refleks batuk, kontraksi otot mata (blepharospasm), dan sensasi terbakar di kulit.

Pada beberapa orang, terutama mereka dengan asma atau penyakit paru, paparan dapat memicu bronkospasme (mengi) dan kesulitan bernapas. Paparan berat atau berkepanjangan juga bisa menyebabkan peradangan jaringan lebih dalam, misalnya pneumonitis kimia.

Gejala akut yang biasa muncul

Gejala umumnya timbul dalam hitungan menit dan meliputi mata pedih dan berair, penglihatan kabur sementara, kesulitan membuka mata karena nyeri, batuk, iritasi tenggorokan, dan sesak. Kulit yang terkena bisa terasa sangat panas dan kemerahan; pada paparan langsung dan intens, dapat muncul lepuh.

Sebagian besar orang yang sehat pulih dalam beberapa jam sampai beberapa hari, tetapi ada kasus dengan cedera kornea atau eksaserbasi penyakit paru yang memerlukan perawatan medis.

Risiko serius dan kemungkinan efek jangka panjang

Walau banyak paparan bersifat sementara, paparan berat atau berulang tidak boleh dianggap remeh. Beberapa konsekuensi serius yang tercatat antara lain cedera mata permanen (termasuk kerusakan kornea), gangguan pernapasan jangka panjang seperti bronkitis kronis atau reactive airways dysfunction syndrome (RADS), dan dermatitis yang menetap.

Ada pula laporan kasus fatal—meskipun jarang—yang biasanya melibatkan kombinasi faktor seperti posisi tertekan, paparan zat lain, atau kondisi kesehatan terdahulu.

Beberapa studi observasional juga menunjukkan sinyal mengenai gangguan reproduksi (mis. keluhan menstruasi abnormal atau peningkatan laporan keguguran), tetapi bukti kausal masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Siapa yang paling berisiko?

Kelompok rentan meliputi anak-anak (saluran napas lebih kecil), orang lanjut usia, penderita asma atau PPOK, orang dengan penyakit jantung, dan ibu hamil.

Pada kelompok ini, gejala yang biasanya ringan pada orang sehat bisa berkembang menjadi keadaan darurat. Oleh karena itu, saat operasi pengendalian massa berlangsung, menjaga jarak dan menghindari area paparan sangat krusial.

Pertolongan pertama: langkah cepat yang efektif

Jika terkena gas air mata, langkah cepat dapat mengurangi dampak. Pertama, segera menjauh ke udara segar—bergerak ke arah yang berlawanan dengan angin bila memungkinkan. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan simpan terpisah agar tidak menyebarkan partikel.

Bilas mata dengan air mengalir selama beberapa menit; jangan menggosok mata dan lepaskan lensa kontak jika memungkinkan sebelum pembilasan.

Cuci kulit menggunakan sabun dan air; hindari pengolesan minyak atau alkohol yang justru bisa memperburuk pada beberapa jenis agen.

Bagi penderita asma, gunakan inhaler bronkodilator jika tersedia dan cari bantuan medis bila nafas tetap tersengal atau ada gejala berat seperti muntah darah, pendarahan, atau gangguan penglihatan.

Intinya: udara segar, bilas mata, lepaskan pakaian terkontaminasi, dan segera minta bantuan bila gejala berat.

Penanganan medis: kapan harus ke rumah sakit?

Segera ke UGD jika ada kesulitan bernapas berat, mengi yang tidak mereda dengan obat, nyeri dada intens, hemoptisis (batuk berdarah), atau gangguan penglihatan yang menetap.

Di fasilitas kesehatan, penanganan umumnya suportif: oksigen bila diperlukan, bronkodilator inhalasi untuk bronkospasme, perawatan luka mata oleh dokter spesialis mata jika ada cedera kornea, serta observasi untuk tanda-tanda pneumonitis. Steroid atau obat lain bisa dipertimbangkan menurut indikasi klinis.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan

Hindari menggosok mata atau kulit karena itu bisa memperparah iritasi. Jangan memakai minyak, alkohol, atau krim yang belum direkomendasikan tenaga medis.

Bila berencana membersihkan pakaian terpapar, gunakan sarung tangan dan cuci terpisah; udara area penyimpanan untuk mengurangi risiko kontaminasi ulang.

Pencegahan praktis saat berada di area berisiko

Rencanakan jalur evakuasi saat ikut aksi atau berkumpul di tempat yang berpotensi ricuh; ketahui posisi pintu keluar dan area terbuka. Pakai kacamata pelindung rapat (goggles) untuk mencegah partikel langsung mengenai mata—kacamata biasa tidak selalu efektif.

Masker respirator berfilter (mis. N95) dapat membantu mengurangi inhalasi partikel, tetapi tidak sepenuhnya melindungi dari aerosol kimia; masker kain hanya membantu sedikit. Hindari merokok atau minum alkohol saat berada di area paparan karena bisa memperburuk iritasi.

Baca Juga: Apakah Polisi Boleh Menembakkan Gas Air Mata di Kampus? Ini Aturan Hukumnya

Baca Juga: Gas Air Mata Belum Hilang, Jakarta Dipaksa Pulih

Kesimpulan singkat

Gas air mata lebih dari sekadar “pengganggu”: bahan ini dapat menyebabkan iritasi hebat, memperburuk penyakit saluran pernapasan, merusak mata, dan dalam kondisi tertentu menimbulkan risiko jangka panjang atau komplikasi serius.

Langkah paling efektif adalah menghindari paparan, tahu langkah pertolongan pertama yang benar, dan segera mencari bantuan medis bila gejala berat muncul.

Jika kamu aktif mengikuti perkembangan atau berkegiatan di luar ruangan yang berisiko, penting mengetahui informasi ini untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitarmu.


FAQ singkat (untuk pengguna cepat)

Apakah gas air mata berbahaya bagi ibu hamil?
Data masih terbatas; beberapa laporan observasional menunjukkan sinyal kekhawatiran, sehingga ibu hamil sebaiknya menghindari paparan dan segera konsultasikan pada tenaga medis bila terpapar.

Berapa lama gejala biasanya hilang?
Untuk banyak orang sehat, gejala ringan hilang dalam beberapa jam hingga 1–2 hari. Gejala berat atau cedera mata bisa memerlukan perawatan lebih lama.

Apakah gas air mata bisa menyebabkan kematian?
Kasus fatal relatif jarang, tetapi mungkin terjadi terutama bila ada kondisi penyerta (mis. posisi tertekan, paparan masif, atau penyakit serius).

Bolehkah memakai obat tetes mata umum setelah terpapar?
Tidak dianjurkan memberi obat tanpa saran medis; langkah awal yang paling aman adalah bilas dengan air mengalir dan konsultasi tenaga kesehatan bila gejala menetap.

Masker apa yang paling efektif?
Respirator dengan filter yang tepat (mis. respirator industri) lebih efektif daripada masker kain atau bedah. Namun untuk perlindungan penuh terhadap aerosol kimia dibutuhkan alat pelindung pernapasan khusus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.