Perbedaan Anarkis, Anarkisme, dan Anarko

AKURAT.CO Siapa yang tidak pernah mendengar kata “anarkis” atau “anarko” dalam diskusi politik atau sosial? Meski terdengar mirip, istilah-istilah ini memiliki makna yang berbeda dan sering disalahpahami. Dari sejarah panjangnya hingga penerapan ideologinya, memahami perbedaan antara anarkis, anarkisme, dan anarko penting agar kita bisa membaca berita atau literatur politik dengan tepat. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas istilah-istilah tersebut, sejarahnya, hingga contoh alirannya yang paling terkenal.
Apa Itu Anarkisme dan Bagaimana Sejarahnya?
Anarkisme bukan sekadar istilah untuk kekacauan. Secara definisi, anarkisme adalah filsafat politik dan gerakan sosial yang menentang segala bentuk otoritas dan hierarki yang dianggap tidak sah, termasuk negara dan sistem kapitalis. Tujuan utama anarkisme adalah menciptakan masyarakat tanpa negara, di mana setiap individu bisa berinteraksi melalui asosiasi sukarela dan solidaritas sosial.
Sejarahnya cukup panjang. Meskipun akar pemikiran anarkis bisa ditelusuri hingga Yunani dan Cina kuno, anarkisme modern baru muncul pada abad ke-19 sebagai reaksi terhadap otoritarianisme dan kapitalisme industri. Tokoh-tokohnya, seperti Pierre-Joseph Proudhon, Mikhail Bakunin, dan Peter Kropotkin, menyebarkan ide-ide yang menekankan kebebasan individu, kesetaraan sosial, dan penolakan terhadap hierarki yang memaksa.
Dalam perkembangannya, anarkisme membentuk beberapa aliran. Misalnya, anarko-sindikalisme, yang menekankan peran serikat pekerja; anarko-komunisme, yang menggabungkan prinsip anarkisme dengan komunisme dan menekankan kepemilikan bersama; anarko-primitivisme, yang mendorong kembali ke cara hidup sederhana; hingga anarko-feminisme, yang menggabungkan prinsip anarkisme dengan kesetaraan gender.
Siapa yang Disebut Anarkis?
Sementara anarkisme adalah ideologi, anarkis adalah individu atau kelompok yang menganut ideologi tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anarkis bisa berarti penganjur atau penganut paham anarkisme, sekaligus orang yang melakukan tindakan anarki.
Perbedaan penting di sini adalah: anarkis adalah orang yang memegang keyakinan, sedangkan anarki merujuk pada kondisi tanpa pemerintahan atau kekacauan. Dengan kata lain, anarkis adalah subjek, sementara anarki adalah kondisi yang menjadi tujuan ideologi tersebut. Jadi, ketika seseorang mengatakan "dia anarkis", itu berarti orang tersebut menganut prinsip-prinsip anarkisme, bukan sekadar suka membuat kerusuhan.
Apa Arti Anarko dan Bagaimana Penggunaannya?
Istilah anarko sebenarnya adalah awalan yang digunakan untuk membentuk kata-kata baru dalam ranah anarkisme, menandakan fokus atau pendekatan tertentu. Contohnya:
-
Anarko-sindikalis: menekankan perjuangan pekerja melalui serikat
-
Anarko-komunis: menggabungkan prinsip anarkisme dan komunisme
-
Anarko-feminisme: menggabungkan prinsip anarkisme dengan perjuangan feminis
Awalan “anarko” ini membantu membedakan variasi ideologi atau strategi dalam gerakan anarkis.
Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting?
Di era informasi seperti sekarang, kesalahpahaman istilah bisa menimbulkan persepsi negatif. Banyak media atau orang menggunakan istilah “anarkis” hanya untuk menyebut kekacauan, padahal konteks ideologisnya jauh lebih dalam. Mengetahui perbedaan ini membantu kita memahami berita, literatur, dan diskusi politik dengan lebih tepat.
Selain itu, pemahaman yang tepat juga penting untuk mendukung literasi politik anak muda. Generasi 18–35 tahun, terutama yang aktif membaca berita dan media sosial, seringkali menemui istilah-istilah ini di berbagai konten viral. Dengan pengetahuan yang benar, pembaca bisa memilah informasi secara kritis dan meningkatkan engagement dengan konten berkualitas.
Kesimpulan
Secara ringkas:
-
Anarkisme adalah ideologi yang menentang otoritas dan hierarki, dengan tujuan menciptakan masyarakat bebas tanpa negara.
-
Anarkis adalah individu atau kelompok yang menganut paham tersebut.
-
Anarko adalah awalan untuk menunjukkan aliran atau pendekatan tertentu dalam anarkisme.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan TNI-Polri Tindak Tegas Aksi Anarkis
FAQ
1. Apa perbedaan antara anarkis dan anarkisme?
Anarkisme adalah ideologi atau filsafat politik yang menentang otoritas dan hierarki, sedangkan anarkis adalah individu atau kelompok yang menganut dan memperjuangkan ideologi tersebut. Singkatnya, anarkisme adalah konsep, sementara anarkis adalah pelakunya.
2. Apakah anarko sama dengan anarkis?
Tidak. Anarko adalah awalan yang digunakan untuk membentuk istilah yang berhubungan dengan aliran atau pendekatan dalam anarkisme, seperti anarko-sindikalis, anarko-komunis, atau anarko-feminisme. Anarkis adalah orang yang menganut paham anarkisme.
3. Apa itu anarki?
Anarki adalah kondisi tanpa pemerintahan atau kekuasaan pusat. Anarki bisa terjadi secara alami atau sebagai tujuan dari ideologi anarkisme. Berbeda dengan anarkis, anarki adalah kondisi, bukan individu.
4. Siapa tokoh penting dalam sejarah anarkisme?
Beberapa tokoh penting anarkisme modern termasuk Pierre-Joseph Proudhon, Mikhail Bakunin, dan Peter Kropotkin. Mereka mengembangkan prinsip kebebasan individu, kesetaraan sosial, dan penolakan terhadap hierarki yang memaksa.
5. Apa saja aliran dalam anarkisme?
Beberapa aliran terkenal dalam anarkisme antara lain:
-
Anarko-sindikalisme: fokus pada peran serikat pekerja
-
Anarko-komunisme: gabungan anarkisme dan komunisme
-
Anarko-primitivisme: kembali ke kehidupan sederhana
-
Anarko-feminisme: menggabungkan anarkisme dan perjuangan kesetaraan gender
6. Mengapa istilah anarkis sering disalahpahami?
Banyak media atau orang menggunakan istilah “anarkis” untuk merujuk pada kekacauan atau perusakan, padahal konteks ideologisnya lebih luas dan kompleks. Memahami istilah ini membantu membaca berita dan literatur politik dengan lebih tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







