Perawat Vokasi Level 5: Peran, Kompetensi, dan Peluang Karier di Dunia Keperawatan

AKURAT.CO Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, perawat vokasi level 5 hadir sebagai salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Mereka adalah tenaga kesehatan yang telah menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) Keperawatan dan diakui berada pada Level 5 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Level ini menandakan kemampuan seseorang untuk mengaplikasikan keahlian keperawatan, menyelesaikan masalah secara mandiri, serta bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri maupun sebagian pekerjaan orang lain di bawah pengawasannya.
Dengan kompetensi tersebut, perawat vokasi level 5 menjadi tulang punggung layanan keperawatan dasar hingga menengah, khususnya di fasilitas primer seperti puskesmas, klinik, hingga rumah sakit tipe C dan D.
Pengertian Perawat Vokasi Level 5
Mengutip dari buku Profesioners karya Imanuel (2024), perawat adalah individu yang memiliki pengetahuan medis dan keterampilan klinis mendalam untuk merawat pasien. Dalam konteks KKNI, perawat vokasi level 5 adalah ahli madya keperawatan yang dibekali ilmu terapan serta keterampilan praktis.
Pendidikan vokasional ini memang dirancang untuk menghasilkan tenaga perawat yang siap terjun langsung ke dunia kerja. Tidak hanya memahami teori, mereka juga menguasai praktik klinis yang berfokus pada asuhan keperawatan individu, keluarga, hingga komunitas.
Karakteristik Utama Perawat Vokasi Level 5
Seorang perawat vokasi level 5 memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenjang pendidikan lain. Beberapa di antaranya:
-
Lebih banyak praktik terapan dibanding teori.
-
Fokus pada pelayanan keperawatan dasar dan menengah.
-
Mampu bekerja mandiri dalam batas kewenangan, sekaligus kolaboratif dalam tim multidisiplin.
-
Memiliki keterampilan teknis kuat, mulai dari tindakan medis sederhana hingga prosedur keperawatan rutin.
Karakteristik ini membuat lulusan D3 Keperawatan menjadi tenaga yang sangat dibutuhkan, terutama dalam memperkuat layanan kesehatan di lapisan terdepan.
Kompetensi Perawat Vokasi Level 5
Mengacu pada Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKNI) di bidang keperawatan, perawat vokasi level 5 memiliki cakupan kompetensi yang cukup luas. Beberapa di antaranya meliputi:
-
Kompetensi Teknis
-
Melakukan pengkajian dasar pasien, termasuk data fisik, psikologis, sosial, dan budaya.
-
Menyusun rencana asuhan keperawatan sederhana hingga menengah.
-
Melaksanakan intervensi seperti perawatan luka, pemberian obat, pemasangan infus, hingga kateterisasi.
-
Menggunakan teknologi sederhana dalam praktik keperawatan.
-
-
Kompetensi Manajerial
-
Mengelola pelayanan keperawatan di unit kecil seperti bangsal atau ruang perawatan.
-
Menyusun dan menyimpan dokumentasi sesuai standar.
-
Menjalin koordinasi dengan tenaga medis lain agar pelayanan lebih efektif.
-
-
Kompetensi Profesional dan Etis
-
Menjaga kerahasiaan pasien serta menghormati hak-haknya.
-
Mengedepankan prinsip etik dan hukum kesehatan dalam praktik.
-
Berkomitmen pada pengembangan diri melalui pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
-
-
Kompetensi Komunikasi
-
Mampu berkomunikasi terapeutik dengan pasien dan keluarganya.
-
Menyampaikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian pasien.
-
Lingkup Kerja Perawat Vokasi Level 5
Dengan kompetensi yang dimiliki, perawat vokasi level 5 dapat bekerja di berbagai fasilitas kesehatan, seperti:
-
Rumah sakit pemerintah maupun swasta.
-
Puskesmas dan klinik umum/spesialis.
-
Rumah sakit khusus seperti jiwa, rehabilitasi, dan lansia.
-
Layanan homecare serta hospice care.
-
Unit Kesehatan Sekolah (UKS), balai kesehatan industri, hingga lembaga sosial.
Selain itu, mereka juga aktif mendukung program kesehatan nasional, mulai dari Posyandu, imunisasi, promosi kesehatan, hingga penanggulangan penyakit menular.
Tugas Pokok Sehari-hari
Dalam praktiknya, seorang perawat vokasi level 5 menjalankan beragam tugas penting, seperti:
-
Memeriksa tanda vital pasien.
-
Membuat rencana keperawatan sederhana.
-
Memberikan intervensi sesuai kebutuhan pasien.
-
Memberikan penyuluhan kesehatan untuk pencegahan penyakit.
-
Membantu tindakan kedokteran dasar, misalnya pengambilan sampel darah.
-
Menjadi pendamping emosional bagi pasien dan keluarga.
-
Menyusun dokumentasi serta laporan keperawatan.
Perbedaan Perawat Vokasi Level 5 dan Ners
Banyak yang sering menyamakan perawat vokasi dengan ners, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan:
| Aspek | Perawat Vokasi Level 5 | Ners (Perawat Profesional) |
|---|---|---|
| Pendidikan | D3 Keperawatan | S1 Keperawatan + Profesi Ners |
| KKNI | Level 5 | Level 7–8 |
| Lingkup Asuhan | Dasar–menengah | Menyeluruh (kompleks dan komprehensif) |
| Otonomi | Terbatas, dengan supervisi minimal | Lebih tinggi, mampu ambil keputusan mandiri |
| Karier | Praktisi lapangan | Praktisi, manajer, pendidik, peneliti, pengambil kebijakan |
Kesempatan Pendidikan Lanjutan
Meski “hanya” setara D3, perawat vokasi level 5 tetap memiliki jalur untuk mengembangkan diri. Beberapa pilihan pendidikan lanjutan antara lain:
-
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan.
-
Bridging Program dari D3 ke S1 Keperawatan.
-
Profesi Ners setelah menyelesaikan S1.
-
Sertifikasi tambahan, misalnya pelatihan kegawatdaruratan (BTCLS), perawatan luka modern, hingga keperawatan gerontik.
Langkah ini membuka peluang bagi perawat vokasi untuk naik ke posisi strategis di bidang manajemen keperawatan, pendidikan, maupun penelitian.
Tantangan dan Peluang di Era Modern
Perawat vokasi level 5 juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tuntutan peningkatan kualitas layanan, perkembangan teknologi kesehatan yang sangat cepat, serta adaptasi pada sistem digital di rumah sakit maupun layanan kesehatan.
Namun, peluangnya juga tidak kalah besar. Permintaan tenaga perawat, baik di Indonesia maupun luar negeri, terus meningkat. Negara-negara seperti Jepang, Timur Tengah, hingga Eropa banyak membuka kesempatan kerja bagi tenaga perawat vokasional.
Selain itu, tren homecare dan telehealth juga memperluas lapangan kerja baru yang sangat potensial bagi lulusan D3 Keperawatan.
Penutup
Perawat vokasi level 5 adalah tenaga kesehatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di Indonesia, berperan penting dalam memastikan masyarakat mendapat asuhan keperawatan yang layak, aman, dan berkualitas.
Dengan terus meningkatkan kompetensi dan menempuh pendidikan lanjutan, perawat vokasi level 5 dapat memperluas peran mereka, baik sebagai praktisi maupun penggerak sistem kesehatan.
Baca Juga: Indonesia Kini Punya Rumah Sakit dengan Validasi HIMSS EMRAM Tingkat Tujuh
Baca Juga: HUT ke-104, Rumah Sakit Santo Borromeus Tekankan Pentingnya Tindakan Promotif dan Preventif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









