Arti Kata Penyintas, Mengapa Istilah Ini Penting?

AKURAT.CO Istilah “penyintas” semakin sering digunakan dalam berbagai pemberitaan, terutama ketika membahas tentang bencana alam, pandemi, kekerasan, maupun penyakit berat. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami arti penyintas dan konteks penggunaannya yang tepat.
Secara sederhana, penyintas adalah orang yang berhasil selamat atau bertahan hidup dari pengalaman berat, traumatis, atau mengancam jiwa. Dalam bahasa Inggris, istilah ini dikenal sebagai “survivor.” Istilah ini mengandung makna kekuatan, daya tahan, dan harapan.
Istilah ini digunakan untuk berbagai situasi, yakni penyintas kanker, penyintas kekerasan seksual, penyintas bencana alam, hingga penyintas trauma psikologis. Mereka bukan hanya selamat secara fisik, tetapi juga menjalani proses pemulihan secara emosional dan mental.
Penggunaan kata ini mulai meluas sejak meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya dukungan psikologis dan sosial terhadap korban bencana atau kekerasan. Istilah ini dianggap lebih manusiawi dan membangkitkan semangat dibanding kata “korban”.
Kata “penyintas” kerap muncul dalam laporan media, dokumen NGO, kampanye kesehatan mental, serta program pemulihan bencana.
Pemerintah, LSM, dan komunitas kini juga semakin banyak menggunakan istilah ini dalam upaya edukasi. Istilah ini tidak hanya menekankan pada peristiwa buruk yang dialami, tetapi juga pada kekuatan dan proses pemulihan yang dilalui seseorang.
Kata “penyintas” memberi narasi yang lebih memberdayakan, bukan menyudutkan atau mengasihani.
Baca Juga: Media Asing Soroti Penyintas Gempa Cianjur Lahirkan Bayi di Tenda, Berkah di Tengah Bencana
Salah satu cara paling penting adalah dengan memberikan dukungan emosional, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menciptakan lingkungan aman dan inklusif. Dukungan ini bisa datang dari keluarga, sahabat, komunitas, maupun layanan profesional.
Istilah “penyintas” bukan sekadar label, tapi juga bentuk pengakuan atas keberanian dan perjuangan seseorang dalam menghadapi ujian hidup.
Dalam setiap kisah penyintas, terdapat pelajaran tentang ketahanan, keberanian, dan harapan yang bisa menginspirasi banyak orang.
Varadilla Oktavia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini





